Monday, March 30, 2015

Tipuan Dunia

Tipuan Dunia

Image result for Tipuan Dunia

Allah Azza Wa Jalla berfirman:

Sebahagian mufasir berpendapat, bahawa mereka itu senantiasa berselisih dalam soal rezeki. Ada yang kaya dan ada pula yang miskin. Oleh kerana itu, semestinya orang yang diberi rezeki mahu bersyukur dan menggunakannya untuk kebaikan. Tidak sepatutnya melambat-lambatkannya.

"...sebab itu janganlah kamu terpedaya oleh tipu daya (syaitan)." (Q.S. Luqman: 33).

"Tetapi kamu merosakkan dirimu sendiri (kerana hatimu tidak beriman) dan kamu tunggu (kesengsaraan kami) dan ragu-ragu (hatimu) dan kamu terpedaya oleh angan-angan saja...."(Q.S. Al-Hadid: 14).

Rasulullah saw bersabda:
"Alangkah baik tidur dan berbukanya orang pandai. Bagimana mereka memperleceh usaha orang bodoh. Seberat zarah pemilik taqwa dan yakin lebih utama daripada orang-orang yang tertipu."

Orang bodoh adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya, serta penuh keinginan belaka.


Seorang penyair berkata:
"Demi umurku.
Pemuja dunia akhirnya akan menyesal juga.
Bila dunia pergi dia merasa rugi.
Bila dunia datang keinginan pun terus mcmuncak."

Penyair lain mengatakan:
"Demi Allah.
Bila dunia datang padaku.
Dan melimpahkan rezekinya.
Tentulah orang merdeka tetap menghinakannya. Bagaimana tidak, ia barang yang bakal pula."


Ibnu Bisam berkata:
"Herdiklah dunia dan hari-harinya.Ia hanyalah membawa duka.
Kehausannya tidak pernah terpenuhi.
Terus saja ingin memiliki.
Sungguh menghairankan.
Ia musuh tapi dirindukan."

Penyair yang lain juga bersyair :
"Ada orang berkata:

Kulihat hari memberi cela pada manusia.
Menghalangi kemuliaan dan keutamaannya.
Kukata kepadanya.Ambillah apa adanya.
Banyak orang berusaha yang haram.
Ia temukan kejahatan di atas kejahatan.

Bersyair pula yang lain:
"Tanyakan pada hari-hari.
Apa yang engkau perbuat dengan raja dan singgahsananya.
Adakah engkau bahagiakan mereka.
Tidak pula yang pandai mahupun yang bodoh."

Diceritakan bahawa seorang Arabi datang ke suatu kaum yang memberi makanan padanya. Dia makan lalu tidur dalam khemah mereka. Mereka lalu mencabut khemah itu sehingga dia kepanasan oleh pancaran matahari. Dia lalu bangun dan berlalu sambil berkata:
"Ingatlah! Dunia adalah naungan bangunannya.
Suatu hari pasti naunganmu akan hilang juga."

Dia juga berkata:
"Ingat, dunia hanya tempat menegur orang yang menunggang.
Sesampai di suatu tempat kemudian ia berjalan."

Setengah hukama berkata kepada temannya:

"Telah aku perdengarkan padamu orang yang berdoa dan kuberitahukan pula padamu orang yang mencari. Tidak lebih besar bahaya seseorang, daripada orang yang mensia-siakan keyakinan dan salah langkah."

Ibnu Mas'ud berkata:

"Ilmu cukup untuk menakutkan orang kepada Allah sedangkan kebodohan membuatnya sombong terhadap Allah."

Rasulullah saw bersabda:

"Siapa menyintai dunia dan mengagungkannya, hilanglah ketakutan terhadap Akhirat dari hatinya."

Juga setengah mereka mengatakan:

"Orang akan berduka jika kehilangan dunia dan akan gembira bila mendapatkannya. Sedangkan salafus soleh lebih zuhud terhadap apa yang dihalalkan bagi mereka daripada kamu terhadap apa yang diharamkan bagimu. Sungguh hal yang dianggap tidak apa-apa menurutmu, justeru dianggap membahayakan oleh mereka."

Beberapa syair karya Mus'ar bin Kaddam ini sering diperdengarkan oleh Umar bin Abdul 'Aziz:

"Wahai orang-orang yang tertipu oleh dunia! Siang kau tidur dan malas.
Malam pun kau tidur dan hina.
Kau tertipu oleh sesuatu yang fana.
Kau bahagia dalam hayalan.
Persis orang tidur yang tertipu dengan kelazatan.
Akhir kesibukanmu hanyalah kebosanan. Demikianlah kehidupan haiwan-haiwan."

Sunday, March 29, 2015

Keutamaan Zikir Kepada Allah Swt

Keutamaan Zikir Kepada Allah Swt


Image result for Keutamaan Dzikir Kepada Allah Swt


Allah Azza Wa Jalla berfirman:

Ertinya: " Maka ingatlah kamu kepada-Ku, nescaya Aku ingat kepada kamu...."(Q.S. Al - Baqarah: 152).

Pernah Tsabit al-Bannani mengatakan: "Aku tahu bila Tuhanku mengingatiku." Tentu saja mereka terkejut lalu bertanya: "Bagaimana engkau tahu demikian?" Dia menjawab "Iaitu ketika aku mengingati-Nya, Dia mengingatiku."

"Ingatlah kepada Allah dengan ingatan yang sebanyak-banyaknya." (Q.S. Al-Ahzab: 41).

"Apabila kamu bertolak dari Padang Arafah, hendaklah ingat kepada Allah sebagaimana Dia telah menunjukimu."
(Q.S. Al-Baqarah: 198)

"Maka apabila kamu tunaikan amalan haji, ingatlah akan Allah seperti kamu mengingatkan keluargamu atau lebih sangat mengingati-Nya...."
(Q.S. Al-Baqarah: 200).

"(Iaitu) orang-orang yang mengingati Allah ketika berdiri, duduk dan waktu berbaring...."
(Q.S. Ali Imran: 191).

"Apabila kamu telah selesai mengerjakan solat hendaklah kamu mengingati akan Allah waktu berdiri dan duduk dan berbaring...."
(Q.S An-Nisa':103).

Kata Ibnu Abas: "Yakni waktu malam dan siang, di darat dan di laut, dalam perjalanan mahupun di rumah, waktu kaya atau fakir, ketika sakit atau sihat dalam keadaan sunyi mahupun ramai."Lalu Allah swt mencela orang-orang munafik:

"...dan mereka tiada mengingati Allah, melainkan hanya sedikit sekali."
(Q.S. An-Nisa: 142).

"Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu, serta merendahkan diri dan takut; dan bukan dengan suara yang keras, waktu pagi dan petang hari, dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai."
(Q.S. Al-A'raf:205).

"...dan sesungguhnya mengingati Allah itu amat besar (faedahnya)." (Q.S Al-Ankabut: 45).

Ayat terakhir ini, kata Ibnu Abas ra, mempunyai dua erti: Pertama, ingatan Allah swt kepadamu itu lebih agung daripada ingatanmu kepada-Nya. Kedua, mengingati Allah itu lebih agung daripada setiap ibadah lainnya.

Rasulullah saw bersabda:
"Orang yang mengingati Allah di tengah orang-orang yang lalai, ibarat pohon hijau di tengah pepohonan kering."

Juga Rasulullah saw bersabda:
"Orang yang berzikir kepada Allah di tengah orang-orang lalai seperti pahlawan di tengah para pengecut."

Lagi, sabda beliau: "Allah swt berkata:
"Aku bersama hamba-Ku selama ia mengingati-Ku dan bergerak kedua bibirnya dengan-Ku."

Rasulullah saw bersabda:
"Tidak ada amal manusia yang lebih menyelamatkannya dari seksa Allah daripada mengingat Allah swt.

"Mereka berkata: 'Tidak pula jihad fisabilillah,ya Rasulullah?" Rasulullah jawab: 'Tidak pula jihad fisabilillah, kecuali kau memukul dengan pedangmu hingga putus, lalu kau pukul dengannya hingga putus, lalu kau pukul dengannya hingga putus." Rasulullah saw bersabda:

"Siapa ingin hidup mewah di taman Syurga, hendaklah memperbanyakkan zikir kepada Allah swt."

Rasulullah saw ditanya: "Amal apakah yang terutama?" Beliau menjawab: "Bila engkau mati sedang lidahmu basah oleh sebab zikir kepada Allah SWT."

Rasulullah saw bersabda:Waktu pagi dan petangmu lidahmu basah oleh zikir kepada Allah swt, maka di pagi dan petangmu tidak ada kesalahan menimpamu."

Rasulullah saw bersabda:
"Sesungguhnya zikir kepada Allah swt di pagi dan petang itu lebih utama daripada mengendong pedang di jalan Allah dan dari memberikan harta kerana pemurah."

Rasulullah saw bersabda:
"Allah swt berkata: "Ketika hamba-Ku mengingati-Ku dalam hatinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia mengingatKu dalam suatu kelompok, maka Aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik dari kelompoknya. Jika dia dekat kepada-Ku sejengkal, maka aku dekat kepada sedzira. Jika ia dekat kepadaKu sedzira' (satu lengan), maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia berjalan kepada-Ku maka Aku lari kepadanya."

Rasulullah saw bersabda:
"Tujuh golongan dinaungi Allah dalan naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Di antaranya adalah lelaki yang berzikir kepada Allah di tempat sunyi lalu kedua matanya berlinang kerana takut kepada Allah."

Telah berkata Abu Darda': "Rasulullah saw bersabda:
"Tidakkah kukhabarkan kepadamu, amalanmu yang terbaik dan tersuci di sisi Rajamu, serta lebih mengangkat darjatmu dan lebih baik bagimu daripada memberikan wang dan emas, bahkan lebih baik bagimu daripada engkau memerangi musuhmu, lalu kau pukul leher mereka dan mereka pukul lehermu?"

Mereka bertanya: "Apa itu ya Rasulullah?" Rasulullah menjawab:
"Ialah zikir kepada Allah selalu."

Rasulullah saw juga bersabda:
"Allah SWT berkata: " Siapa sibuk mengingatKu dari memintaKu, maka Aku beri dia lebih baik dari apa yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta."

Al-Fudhail berkara: "Telah sampai kepadaku bahawa Allah SWT berkata: "Wahai hamba-Ku, ingatlah kepada-Ku sesaat setelah Subuh dan setelah Asar, tentu Aku mencukupimu di antara keduanya."

Setengah ulama mengatakan: Sungguh Allah swt telah berkata:
"Bila Ku tilik hati seorang hamba, lalu Kulihat kebanyakannya berzikir kepada-Ku, maka Kutolong siasatnya dan Akulah pendampingnya, teman bicaranya dan penghiburnya."

Al-Hassan berkata: "Zikir itu ada dua macam. Iaitu mengingat kepada Allah swt antara kau dan Dia. Maka alangkah elok dan agung pahalanya. Dan lebih utama dari itu adalah mengingat Allah swt pada sesuatu yang diharamkan olehNya."

Dirawikan, bahawa setiap orang yang mati keadaannya haus, kecuali orang yang biasa berzikir kepada Allah swt. Muaz bin Jabal mengatakan: "Para ahli Jannah itu tidak mengeluh (menyesalkan) kecuali saat yang terluang tidak digunakan untuk zikir kepada Allah swt."

Rasulullah saw bersabda:
"Suatu kaum yang duduk di majlis, mereka berzikir kepada Allah swt, pasti para malaikat akan menghampiri (mengelilingi) mereka, rahmat menyelimuti mereka, dan Allah swt mengingat mereka pada orang yang ada di sisi-Nya."

Rasullullah saw bersabda:
"Setiap kaum yang berkumpul, mereka berzikir kepada Allah swt semata-mata mengharap akan redha-Nya, pasti jurupanggil memanggil dari langit: "Bangunlah dengan ampunan untukmu. Sungguh keburukanmu telah diganti kebaikan untukmu."

Rasulullah saw juga bersabda:
"Kaum yang duduk di majlis tidak untuk berzikir kepada Allah swt atau membaca selawat kepada Nabi saw, mereka pasti ditimpa kerugian pada hari Kiamat."

Nabi Daud as berkata:
"Ya Tuhan, jika Engkau melihat aku terlewat ke majlis zikir dan pergi ke majlis orang-orang lalai, maka pecahkan kedua kakiku. Bukan mereka. Sesungguhnya itu merupakan nikmat yang Engkau berikan kepadaku."

Rasulullah saw bersabda:
"Bagi orang mukmin, satu majlis yang baik dapat menebus sejuta majlis yang buruk."

Telah berkata Abu Hurairah ra: "Sesungguhnya ahli langit melihat rumah ahli bumi yang berzikir kepada Allah swt bagaikan melihat bintang-bintang." Sufyan bin Uyainah mengatakan: "Ketika kaum berkumpul berzikir kepada Allah swt, syaitan dan dunia menyingkir. Syaitan berkata kepada dunia: "Tidakkah engkau lihat apa yang mereka perbuat?" Dunia menjawab: 'Tinggalkan mereka. Sungguh jika mereka berpisah, kuseret leher mereka kepadamu."

Dari Abu Hurairah, dia masuk pasar dan berkata: "Kulihat engkau di sini. Padahal warisan Rasulullah saw dibahagi-bahagi di masjid." Lalu orang-orang pergi ke masjid, mereka meninggalkan pasar. Mereka tidak melihat warisan itu.

Mereka berkata: "Ya Abu Hurairah, kami tidak melihat warisan dibahagi-bahagikandi masjid." Abu Hurairah berkata: "Apa yang kamu lihat?" Mereka berkata: "Yang kami lihat orang-orang berzikir kepada Allah dan membaca Al- Quran." Abu Hurairah lalu berkata: "Itulah warisan Rasulullah saw."

Dari A'masy, dari Abi Shalin, dari Abi Hurairah dan Abi Said al-Khudri, dari Rasulullah saw, beliau bersabda:
"Sesungguhnya Allah swt punya malaikat yang tinggal di bumi. Jika mereka bertemu dengan kaum yang berzikir kepada Allah Azza Wa Jalla, mereka memanggil: "Ke marilah pada keinginanmu." Lalu mereka datang dan mengelitingi mereka ke langit. Maka Allah swt berkata: "Apa yang diperbuat para hamba-Ku waktu kau tinggalkan?" Mereka menjawab: "Kami tinggalkan mereka sedang memuji, mengagungkan dan menyucikan-Mu". "Apakah mereka melihat-Ku?" Tanya Tuhan. "Tidak", jawab para malaikat.
"Bagaimana kalau mereka melihat-Ku?" Tanya Allah lagi. Para malaikat menjawab: "Tentu saja,, jika mereka melihat-Mu, akan lebih menyucikan, memuji dan mengagungkan Engkau." Allah bertanya: "Dari bahaya apa bahawa mereka memohon perlindungan?" "Dari Neraka?" "Apakah mereka melihat Neraka?" "Tidak". "Bagaimana seandainya mereka melihatnya?" "Jika melihatnya, tentu akan lebih menjauhinya."Kemudian Allah bertanya: "Apa pula yang mereka cari (minta)?" Mereka menjawab: "Syurga". "Apakah mereka itu pernah melihatnya?" "Tidak". "Bagaimana jika ntereka melihatnya?" Mereka menjawab: "Jika melihatnya, tentu mereka lebih merindukannya."Kemudian Allah swt berkata: "Aku saksikan padamu bahawa Aku telah mengampuni mereka."
Mereka berkata:"Di antara mereka itu ada fulan yang datang hanya untuk suatu keperluan. "Niat suatu kaum tidak akan mencelakai teman mereka."

Rasulullah saw bersabda:
"Yang paling utama apa yang kuucapkan dan para nabi sebelumku adalah "La ilaha ilia Allah wad-dahu la syarikalah" (Tidak ada Tuhan selain Allah. Dia Esa. Tdak ada sekutu bagi-Nya).

Dan Rasulullah saw bersabda:
"Siapa mengucapkan "La ilaha ilia Allah wah-dahu la syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa'ala kuli syai-in qadir", seratus kali setiap hari, untuknya berharga sepuluh budak, ditulis untuknya seratus kebaikan, dihapus seratus keburukannya dan ia sebagai benteng dari jeratan syaitan pada harinya hingga petang serta tidak seorang pun datang membawa banyak lebih utama darinya kecuali orang yang melakukan lebih banyak dari itu."

Rasulullah saw bersabda:

"Setiap orang yang berwuduk dan memperbaiki wuduknya kemudian mengangkat padangannya ke langit dan berkata:

"Asyahdu an la ilaha ilia Allah wahdahu la syarika lah. Wa asyhadu an na Muhammadan 'abduhu wa rasuluh", pasti dibukakan untuknya pintu-pintu Syurga dan dia masuk dari pintu mana yang dia inginkan."

Saturday, March 28, 2015

Lupa Kepada Allah Swt

Lupa Kepada Allah SWT

Lupa kepada Allah akan menambah kerugian, menghilangkan nikmat dan menghalangi pengabdian. Bahkan di samping itu, dapat pula menambah kedengkian dan penyesalan.

Diceritakan bahawa sebahagian orang soleh bermimpi berjumpa dengan gurunya. Kemudian dia bertanya kepada guru itu, "Apakah kerugian yang lebih besar engkau rasakan?" Gurunya menjawab, "Lupa kepada Allah."

Dirawikan pula sebahagian mereka bermimpi bertemu Zun-Nun Al Masri. Kemudian dia bertanya, "Apakah yang Allah lakukan terhadapmu?" Zun-nun menjawab, "Allah memanggilku menghadap-Nya seraya berkata, "Wahai orang yang mengaku-ngaku, wahai pendusta, engkau mengaku cinta pada-Ku. Namun kemudian engkau melupakan-Ku."

Engkau selalu lupa Sedang hatimu tetap lalai.Padahal umur kian tiadaNamun dosamu makin bertambah

Diceritakan pula seorang lelaki soleh bermimpi berjumpa ayahnya. Kemudian dia bertanya, "Wahai ayah, bagaimana keadaanmu?" Ayahnya mengatakan, "Wahai anakku, dahulu aku hidup lalai dan mati pun dalam keadaan lalai."

Tersebut dalam kitab 'Zahrir Riyadh', bahawa Yaaqub as bersahabat dengan Malaikat Maut. Maka pada suatu ketika Malaikat Maut datang kepada Yaaqub. Yaaqub berkata, "Wahai Malaikat Maut engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?" Malaikat Maut menjawab, "Untuk berziarah saja." Lalu Yaaqub berkata, "Aku mempunyai permintaan kepadamu." Malaikat Maut bertanya, "Apakah permintaanmu?" Yaaqub menjawab, "Bila ajalku telah dekat dan engkau hendak mencabut nyawaku, hendaklah kau beritahu aku terlebih dulu." Malaikat Maut menjawab, "Baiklah, aku akan mengutus kepadamu dua atau tiga utusan." Maka ketika ajal Yaaqub telah sampai, Malakul Maut datang lagi kepadanya, lalu ditegur Yaaqub, "Apakah engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?" Malaikat Maut menjawab, "Aku datang adalah untuk mencabut nyawamu." Yaaqub bertanya dengan hairan, "Bukankah engkau telah berjanji kepadaku hendak mengutus dua atau tiga utusan terlebih dahulu?" Malaikat Maut menjawab, "Benar dan aku telah melakukannya. Putihnya rambutmu setelah hitam, lemahnya badanmu setelah kuat dan membongkoknya tubuhmu setelah tegap, itu adalah utusanku wahai Yaaqub kepada manusia sebelum ia mati."

Waktu terus berlalu
Sedangkan dosa kian bertambah
Malaikat Maut datang bertamu
Namun hati tetap lalai
Nikmatmu di dunia
Hanyalah kepalsuan dan kerugian
Hidupmu di dunia
Adalah muhal dan batil.

Abu Ali Ad Daqaqi berkata:

"Aku datang menjenguk lelaki soleh sedang sakit. Dia dikerumuni oleh murid-muridnya. Dia memang seorang guru besar. Ketika itu dia kelihatan menangis. Padahal umurnya memang sudah lanjut. Maka kutanya dia, "Wahai Syeikh, apakah engkau menangisi dunia ini?" Dia menjawab, "Bukan. Aku menangis kerana aku tidak boleh melakukan solat lagi." Aku bertanya lagi, "Mengapa demikian, padahal engkau telah banyak solat." Dia menerangkan, "Kerana ini hari terakhir bagiku. Padahal aku sujud dalam keadaan lalai. Aku angkat kepalaku pun dalam keadaan lalai. Jangan-jangan aku mati dalam keadaan lalai juga." Kemudian dengan nafas terpulus-pulus dia membacakan syair:

Kufikirkan hari perhimpunan dan Kiamat
Juga tertanamnya pipiku di bawah pusara
Sendirian, tanpa teman, setelah mulia dan jaya
Tubuhku tergadai dengan tanah liat
Kurenungkan panjang dan lebarnya hisab
Juga hinanya makamku waktu diberi kitab
Namun harapanku kepada Engkau
Wahai Tuhanku
Wahai Penciplaku
Engkau ampuni kesalahanku.

Dalam kitab 'Uyunil Akhbar' juga disebutkan. Daripada Syaqiq al Balkha, dia berkata:

"Manusia itu berbicara tiga hal. Namun bertentangan dengan perbuatan mereka. Mereka berkata, "Kami hamba Allah." Akan tetapi mereka berbuat bebas. Mereka katakan, "Allahlah yang menanggung rezeki kami." Namun hati mereka hanya akan tenang jika bersama harta. Ini bertentangan dengan ucapan mereka. Kemudian mereka juga berkata, "Kami mesti akan mati." Padahal mereka berbuat bagaikan orang yang tidak akan mati.Ini pun bertentangan dengan ucapan mereka. Lihatlah dirimu wahai saudaraku! Dengan badan yang mana engkau mengadap Allah? Dengan lisan apakah engkau akan menjawabNya? Lalu apa katamu jika Dia bertanya? Siapakah jawapan yang benar atas pertanyaan itu! Takutlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang engkau perbuat. Kemudian nasihatilah orang-orang mukmin agar tidak meninggalkan apa yang telah diperintahkan-Nya, serta agar mereka mengesakan-Nya dalam bersendirian dan dalam ramai."

Tersebut dalam hadis daripada Rasulullah saw, beliau bersabda:
"Tertulis di Arasy, 'Aku menuruti orang yang taat kepada-Ku. Aku menyintai orang yang menyintai-Ku. Aku kabulkan orang yang berdoa kepada-Ku. Dan Kuampuni orang yang mohon ampun kepada-Ku."

Hendaklah orang yang berakal taat kepada Allah dengan takut dan ikhlas. Redha terhadap keputusan-Nya. Sabar atas bala-Nya. Syukur atas nikmat-Nya serta menerima atas pemberian-Nya.

Allah swt berkata: "Barangsiapa tidak redha dengan keputusan-Ku, tidak sabar atas pemberian-Ku, tidak bersyukur atas nikmat-Ku serta tidak menerima akan pemberian-Ku, hendaklah dia mencari Tuhan selain Aku."

Seorang lelaki berkata kepada Hasan al-Basri ra, "Aku tidak menemukan kelazatan dalam taat." Lalu Hasan berkata kepadanya, "Barangkali engkau memandang dalam wajah orang yang tidak takut kepada Allah. Ibadah bererti engkau meninggalkan segala sesuatu kerana Allah."
Seorang lelaki berkata kepada Abi Yazid, "Aku tidak menemukan lazatnya taat." Lalu Yazid menegaskan, "Itu kerana engkau menyembah taat. Bukan menyembah Allah. Sembahlah Allah, sampai engkau menemukan kelazatan taat!"

Diceritakan bahawa seorang lelaki sedang bersolat. Ketika dia membaca "Iyyaka nak budu" (Kepada-Mu aku menyembah) dia berasa telah menyembah Allah dengan bersungguh-sungguh, tiba-tiba dalam nuraninya ada yang mengatakan, "Engkau bohong. Engkau hanyalah menyembah makhluk." Segera dia bertaubat dan memisahkan diri daripada manusia. Ketika tiba malam dia solat dan bila sampai membaca "Iyyaka nak budu", ada lagi yang berkata, "Bohong. Engkau hanya menyembah pada hartamu." Maka segera dia sedekahkan seluruh hartanya. Namun ketika dia solat lagi dan sampai membaca, Iyyaka nak budu", ada yang berkata kepadanya, "Kini telah benar. Engkau menyembah Tuhanmu."

Dalam kitab Raunaqul Majalis diceritakan: "Ada seorang lelaki kehilangan sukatan yang diperbuat daripada bulu. Dia tidak tahu siapa yang mengambilnya. Ketika dia tengah solat, tiba-tiba dia teringat siapa yang mengambilnyu. Dengan sebab itu dia cepai-ccpat menghabiskan solatnya dan berkata kepada pelayannya, "Pergilah kepada si fulan. Ambillah sukatanku daripadanya." Pelayan itu bertanya, "Bila tuan mengingatinya?" Tuannya menjawab, "Ketika aku solat." Kemudian pelayannya berkata, "Rupanya tuan mencari sukatan bukan mencari Allah." Hati tuannya tercuit. Lantas pelayan itu dimerdekakan berkat iktikadnya.”

Sayugianya bagi orang berakal hendaklah dia meninggalkan dunia, menyembah kepada Allah, memikirkan apa yang akan dihadapinya, serta menghendaki Akhirat Sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Allah:


Ertinya: "Barangsiapa menghendaki tanaman (pahala) Akhirat, Kami tambahi pahalanya itu, dan siapa menghendaki tanaman (pahala) dunia, Kami berikan kepadanya, dan tiada akan bahagiannya di Akhirat."
(Q.S. Asy Syuraa: 20)

Oleh kerana itu Abu Bakar ra mendermakan empat puluh ribu dinar secara sembunyi kepada Nabi saw, serta empat puluhribudinar secara terang-terangan. Sehingga dia tidak mempunyai apa-apa lagi. Dan sesungguhnya Rasulullah saw berserta keluarganya adalah orang yang berpaling dari dunia, keindahan dan kelazatannya.

Wednesday, March 25, 2015

Menyempurnakan Solat Dengan Khusyuk


Menyempurnakan Solat Dengan Khusyuk

Allah swt berfirman:

Ertinya: "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman yakni mereka yang khusyuk dalam sembahyangnya."(Q.S. Al Mukminun: 1-2)


Khusyuk adalah perbuatan hati. Seperti takut dan suka. Namun setengah ulama ada yang menganggapnya sebagai perbuatan anggota badan. Iaitu diam, tidak menoleh atau bermain-main. Ada yang berpendapat khusyuk termasuk fardhu solat Alasannya tersebut dalam Hadis:

"Tak ada solat bagi hamba, kecuali apa yang difikirkan."

Firman Allah:
"Janganlah engkau termasuk orang-orang yang lengah."
(Q.S. Al A'raf: 205)

Namun ada juga setengah ulama berpendapat bahawa khusyuk mempakan keutamaan solat saja.
Al-Baihaqi mengeluarkan dari Muhammad bin Zirin, ia berkata, "Aku diberitahu bahawa Rasulullah saw ketika solat mengangkat pandangannya ke langit Kemudian turunlah ayat di atas. Kemudian, tambah Abdur Razaq, Allah swt memerintahkan beliau agar khusyuk. Lalu beliau memandang ke tempat sujudnya. Imam Hakim dan al-Baihaqi mengeluarkan dari Abi Hurairah: Ketika Rasulullah saw solat mengangkat pandangannya ke langit. Maka tumn ayat tersebut. Sehingga Rasulullah saw menundukkan kepalanya.

Dirawikan dari Hasan bahawa Nabi saw bersabda:
"Solat lima waktu ibarat sungai yang banyak airnya mengalir pada tiap-tiap seorang kamu. Setiap hari ia mandi di situ lima kali. Apakah dia masih kotor?" Yakni solat itu membersihkan dosa. Kecuali dosa besar. Jika solat dilakukan dengan hati khusyuk dan hadir. Jika tidak, maka solat itu ditolak.

Rasulullah saw bersabda:
"Barangsiapa solat dua rakaat. Hatinya tidak ingat sesuatu pun tentang dunia, maka dosanya yang terdahulu diampuni."

Nabi juga bersabda:
"Adapun solat diwajibkan, haji dan tawaf diperintahkan serta ibadah disyariatkan adalah untuk mengingat Allah. Jika yang diingat tidak ada di hatimu, maka zikirmu tidak ada nilainya.

Nabi saw bersabda:
"Barangsiapa solatnya tidak boleh mencegah kekejian dan kemungkaran, maka dia hanya bertambah jauh dari Allah."

Bakar bin Abdullah berkata, "Hai manusia, jika kau ingin masuk pada Maulamu tanpa izin dan bicara pada-Nya tanpa penterjemah, tentu akan dapat. Ditanyakan, "Bagaimanakah caranya?" Dia berkata, "Sempurnakan wudhukmu, masuklah ke mihrabmu, maka kau telah masuk pada Maulamu tanpa izin dan bicara pada-Nya tanpa penterjemah."

Dari Aisyah ra, dia berkata, "Nabi dan kami saling menegur. Tapi jika waktu solat tiba, seolah-olah kami tidak mengenal antara satu sama lain kerana sibuk dengan keagungan Allah swt.

Rasulullah saw bersabda:
"Allah tidak memandang solat seseorang di mana hati dan badannya tidak hadir di situ.

Ibrahim al-Khalil as ketika solat masih mendengar namun hatinya amat terpaut (kepada Allah). Said al-Tanwikhi ra ketika solat air matanya selalu menitis dari pipi ke janggutnya. Rasulullah saw pemah melihat lelaki mengusap- usap janggutnya dalam solat. Lalu Rasulullah saw bersabda:
"Jika hatimu khusyuk tentu badannya turut khusyuk.

Dirawikan bahawa Ali ra ketika solat badannya menggigil dan mukanya berubah. Ditanyakan kepadanya, "Ya Amirul Mukminin mengapakah engkau terjadi demikian?" Beliau berkata, "Telah tiba waktu diberi amanat di mana Allah menawarkannya kepada langit, bumi dan gunung, mereka menolaknya sedang aku menyanggupinya." Dirawikan dari Ali bin Husain, ketika dia wuduk mukanya jadi kuning. Keluarganya bertanya: "Apakah yang mengubahmu ke- tika wudhuk?" Dia berkata, "Apakah kalian tahu di hadapanku Zat yang kukehendaki."
Dirawikan dari Hatim al-Ashom. Dia ditanya tentang solatnya. Maka dia menjawab, "Ketika tiba solatku sempumakan wudukku, aku pergi ke tempat solat, aku diam sejenak kerana hendak mengumpulkan seluruh jiwaku, lalu kudirikan solat. Aku jadikan kaabah di depan mataku, sirat di bawah tapak kakiku, Syurga di kananku, Neraka di kiriku, malaikat maut di belakangku dan kukira itu soladcu yang terakhir, kemudian aku berdiri di antara berharap dan takut, aku takbir dengan bersungguh-sungguh, membaca dengan tartil, mkuk dengan tawadhuk, sujud dengan khusyuk, aku duduk tahiyat awal dan akhir dengan ikhlas dan aku tidak tahu apakah solatku diterima atau tidak."

Ibnu Abbas ra berkata, "Solat dua rakaat dengan khusyuk adalah lebih baik dari solat sepanjang malam tetapi hati lalai." Rasulullah saw bersabda:
"Akan tiba di akhir zaman di mana umat Islam datang ke masjid mereka membincangkan hal dunia. Jangan kau ikuti mereka. Allah tidak memerlukan mereka."

Dari Hasan ra bahawa Nabi saw bersabda:
"Tidakkah kuberitahukan tentang pencuri yang terburuk?" Mereka bertanya, "Siapa dia ya Rasulullah?" Baginda berkata, "Orang yang mencuri solatnya." Mereka bertanya lagi, "Bagaimana dia mencuri solatnya?" Rasulullah menjawab: "Dia tidak menyem- purnakan rukuk dan sujudnya."

Rasulullah saw bersabda lagi:
"Mula-mula sekali yang akan dihisab pada hari kiamat adalah solat. Jika dia telah menyempurnakannya maka ringanlah hisab baginya. Jika dia meringan-ringankannya Allah berkata pada malaikat: Adakah hambaku mengerjakan solat sunat? Sempumakan yang fardhu dengannya."

Rasulullah saw bersabda:
"Tidak ada pemberian yang lebih baik bagi hamba daripada diizinkan baginya dalam dua rakaat."

Umar bin Khatab ra ketika hendak solat, menggigil tubuh badannya. Ditanyakan hal itu kepada beliau, beliau menjawab, "Telah datang waktu menyempurnakan amanat dan menunaikan yang fardhu, namun aku tidak tahu bagaimana aku menyempurnakannya."

Diceritakan dari Halaf bin Ayyub: Ketika dia sedang solat, lebah me- nyengatnya hingga berdarah, tetapi dia tidak merasakan hingga Ibnu Said keluar dan memberitahukan itu padanya lalu dia membasuh pakaiannya. Lalu ditanyakan hal itu kepadanya. Dia menjawab, "Apakah terasa bagi orang yang berdiri di hadapan Allah dan Malaikat maut di belakangnya Neraka di kirinya dan sirat di bawah tapak kakinya?"

Tangan Amr bin Dzar digigit oleh sesuatu. Beliau seorang zahid dan abid. Lalu doktor berkata padanya, "Tanganmu mesti dipotong." Amr berkata, "Silakan." Lalu tabib berkata, "Potonglah dia!" Mereka berkata, "Kami tidak sanggup memotongnya kecuali jika mengikatnya dengan tali." Amr berkata,"Tidak, potonglah ia ketika aku sedang melakukan solat" Ketika Amr sedang solat, maka tangannya dipotong dan dia tidak merasakan kesakitannya.

Tuesday, March 24, 2015

Kewajipan Isteri Terhadap Suami

Kewajipan Isteri Terhadap Suami



Dalam soal ini telah banyak diceritakan oleh Hadis Nabi saw. Antara lain beliau bersabda: "Setiap perempuan yang mati di mana sang suami rela kepadanya, pasti dia masuk syurga."

Seorang lelaki keluar hendak pergi dan berjanji kepada isterinya agar jangan tumn dari mmahnya di bahagian atas ke bawah. Padahal ayah si isteri sedang sakit di bawah. Si isteri menyampaikan utusan kepada Rasulullah saw mohon izin turun menziarahi ayahnya. Rasulullah saw berkata: "Taatilah suamimu!" Sehingga ayahnya meninggal. Maka dia menyampaikan utusannya lagi kepada RasuluUah saw mohon izin tumn menziarahi ayahnya. RasululuUah saw mengatakan: 'Taatilah suamimu." Kemudian ayahnya meninggal, dan nabi menyampaikan utusannya kepada perempuan itu serta mengkhabarkan kepada- nya bahawa ayahnya telah mendapatkan ampunan dari Allah swt sebab ke- taatannya kepada suaminya.

Juga Rasulullah saw bersabda:
"Manakala seorang perempuan telah solat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga farajnya dan mentaati suaminya, masuklah dia ke syurga Tuhan-Nya..."

Rasulullah saw bersabda:
"Aku melihat isi neraka temyata kebanyakan penghuninya adalah perempuan." Kami bertanya: "Mengapa wahai RasuluUah? Beliau berkata: "Merekabanyakbersumpahdanmeremehkansuamiyang miskin." Dari riwayat lain: "Aku melihat syurga, temyata sedikit sekali perempuan." Aku bertanya: "Di manakah perempuan?" Beliau berkata: "Mereka sibuk dengan arak, emas dan zdfarah (parfum). "

Aisyah ra berkata: "Seorang gadis datang kepada Rasulullah saw, dia berkata: " Ya Rasulullah, aku seorang gadis yang telah dilamar. Namun aku tidak suka berkahwin. Maka apakah kewajipan isteri terhadap suami?" Rasulullah saw bersabda:
"Kalau dari hujung rambutnya sampai ke hujung kakinya penuh nanah, lalu kamu menyikatnya, itu pun belum cukup kesyukuranmu kepadanya." Gadis itu berkata: "Aku tidak akan berkahwin!" RasuluUah berkata: "Kawinlah! Itu lebih baik."

Telah berkata Ibnu Abas ra, bahawa: "Seorang perempuan dari Khats'am datang kepada Rasulullah saw lalu berkata: "Aku ini gadis yang telah dewasa dan aku ingin sekali berkahwin. Maka apakah hak suami itu?" Rasulullah saw bersabda:
"Hak suami yang ada pada isteri adalah jika suami menginginkannya maka ia tidak boleh menolaknya. Janganlah isteri memberikan sesuatu dari dalam rumahnya kecuali dengan izin suami. Jika isteri melakukan demikian, maka dia berdosa dan pahalanya untuk si suami. Termasuk haknya pula hendaknya se- orang isteri tidak berpuasa kecuali ia telah mendapat izinnya. Jika dia lakukan (tanpa izinnya) maka dia hanya lapar dan dahaga sahaja serta puasanya tidak diterima. Dan jika isteri keluar dari rumah tanpa mendapat izin dari suaminya, maka para malaikat melaknatinya sampai dia kembali ke rumahnya atau bertaubat."

RasuluUah saw bersabda:
"Kalau boleh aku perintah kepada seseorang agar bersujud kepada seseorang, maka aku perintahkan kepada perempuan agar bersujud kepada suaminya, kerana betapa besar hak suami ke atas isteri."

Beliau bersabda pula:
"Yang terdekat seorang isteri kepada Tuhannya adalah manakala dia sedang berada di dalam rumahnya. Dan sesungguhnya solatnya di halaman rumahnya, lebih utama daripada solatnya di masjid. Sedang solatnya di dalam rumahnya lebih utama daripada solatnya di halaman rumahnya. Dan solatnya di biliknya lebih utama daripada solatnya di rumahnya.

Oleh kerananya Rasulullah saw bersabda:
"Perempuan itu aurat. Ketika dia keluar, syaitanlah yang menyambutnya."

Juga beliau bersabda:
"Perempuan itu punya sepuluh aurat. Jika dia telah kahwin, maka suami menutupi satu aurat. Jika dia telah mati, maka kubur menutupi sepuluh aurat.

Memang, kewajipan isteri terhadap suami amat banyak. Yang terpenting ada dua, iaitu menjaga dan menutupi. Kemudian jangan meminta di luar kemampuan suami sehingga mendorong suaminya membuat pekerjaan haram. Demikianlah kebiasaansteri pada zaman dahulu. Jika suami keluar mmah, isteri atau anak- nya berkata: "Takutlah dari usaha haram. Kami tahan berlapar dan miskin dari memakan yang haram. Sungguh tidak ada penolong atas neraka." Bahkan per- nah seorang lelaki salaf hendak pergi. Rupanya tetangga dia tidak menyukai pemergiannya. Mereka berkata kepada isterinya lelaki itu: "Mengapa engkau relakan pemergiannya? Dan tidak meninggalkan nafkah untukmu? Si isteri itu berkata: "Sejak aku kenal, suamiku memang banyak makan dan tidak kulihat banyak rezeki. Sedang aku ada Tuhan Pemberi rezeki. Oleh kerananya pergilah tukang makan dan tinggallah yang diberi rezeki."

Termasuk kewajipan seorang isteri hendaklah dia tidak membazir harta suaminya. Bahkan dia mesti menjaganya. Rasulullah saw bersabda:
"Tidak halal isteri memberi makanan dari rumah suaminya melainkan dengan izinnya kecuali makanan yang telah lama dan dikhuatirkan akan basi. Jika dia memberi makan dengan mendapatkan redha suami, maka untuk isteri seperti pahala suami tapi bila dia beri makan tanpa mendapat izinnya, maka bagi suami mendapatkan pahala dan bagi isteri mendapatkan dosa."

Asma' bind Kharijah al-Fazari berkata kepada anak perempuannya ketika berkahwin: "Kamu telah keluar dari sangkar di mana kamu tinggal. Kini kamu hendak pergi kepada selimut di mana engkau tidak mengenalinya serra teman di mana kamu belum biasa. Maka hendaklah kamu menjadi tanahnya, tenm dia akan menjadi langitmu. Hendaklah kamu menjadi atapnya, dia akan menjadi tiangmu. Hendaklah kamu menjadi umatnya, maka dia akan menjadi 'abdmu. Jangan kamu merenungnya sehingga ia melepasmu dan jangan pula kamu menjauhinya sehingga dia melupakannya. Jika dia mendekatimu, dekatlah kepadanya. Jika dia sedang menjauhimu, jauhilah dia. Jagalah hidungnya, telinganya, dan kedua matanya. Jangan sampai dia mencium darimu melainkan yang baik. Jangan sampai dia mendengar melainkan yang elok. Dan jangan sampai dia melihat melainkan yang indah."
Seorang lelaki berkata kepada isterinya:

Maafkanlah aku, kan abadi cinraku.
Janganlah kamu imbangi kemarahanku.
Jangan kau pukul (perasaan)ku.
Kau tidak tahu bagaimana rasanya orang kehilangan. Jangan kau suka mengadu
Cintaku akan hilang. Kulihat singa di hati ini Jika disakiti dia akan lari.

Monday, March 23, 2015

Kewajipan Suami Terhadap Isteri

Kewajipan Suami Terhadap Isteri



Seorang suami mempunyai beberapa kewajiban terhadap isteri. Antara lain menggaulinya dengan baik dan menahan diri atas perangai yang kadang-kadang menyakitkan sebab memaklumi atas kependekan akalnya. Allah swt berfirman:

Ertinya: "Dan pergaulilah mereka dengan makruf..."(Q.S. An-Nisd: 19)

Juga dalam ayat lain Allah swt berfirman:"Dan mereka telah mengambil setia yang teguh daripadamu." (Q.S. An-Nisd: 21).

Yang terakhir sekali diwasiatkan oleh Rasulullah saw adalah tiga perkara. Beliau bersabda:

"Solat, solat. Dan janganlah kami bebani hambamu dengan sesuatu di luar kemampuan mereka, dan takutlah kepada Allah dalam hal wanita. Mereka adalah para tawanan di tanganmu. Kau ambil mereka dengan amanat Allah swt dan kau minta halal farajnya dengan kalimat Allah pula."

Juga Rasulullah saw bersabda:"Siapa sabar atas keburukan akhlak isterinya, Allah memberinya pahala seperti bala yang telah diberikan kepada Nabi Ayub.Dan siapa sabar atas keburukan akhlak suaminya, Allah memberinya seperti pahala Asiah isteri Firaun."

Erti menggauli mereka dengan baik bukan saja tidak menyakitkannya, akan tetapi juga menahan diri dan sabar atas perbuatan yang menyakitkanmu. Bahkan tidak memarahinya. Ini telah dicontohkan oleh Rasulullah saw, di mana para isterinya kadang-kadang membantah kepada beliau, bahkan salah seorang mereka ada yang tidak menegur beliau sampai sehari semalam. Bahkan juga isteri Umar ra pernah juga membantah kepadanya. Umar berkata: "Apakah engkau hendak membantahku? "Si isteri menjawab: "Bahawa isteri-isteri Rasulullah ada juga membantah kepada beliau. Padahal beliau adalah lebih baik daripada kamu." Umar lalu berkata: "Rugilah Hafsah jika membantah beliau." Kemudian dia berkara kepada Hafsah: "Janganlah engkau cemburu kepada puteri anak Abi Kuhafah. Dia kekasih Rasulullah saw!" Dan Umar menakut-nakutinya dengan balasan akhirat akibat menentang suami.

Dirawikan, bahawa pernah juga pada permulaan Islam, setengah isteri Nabi saw itu agak kesal dan mengadukan kepada ibunya. Maka Nabi saw berkata: "Tinggalkanlah saja dia. Dia telah berbuat lebih banyak dari itu." Dan pernah juga antara Nabi saw dan Aisyah terjadi suatu persel isihan. Sehingga keduanya memanggil Abu Bakar memohon kebijaksanaannya. Nabi berkata kepada Aisyah: "Aku yang bercakap atau kamu yang akan bercakap?" Aisyah berkata: "Silakan kamu bercakap asalkan benar." Mendengar ucapan ini Abu Bakar langsung memukul Aisyah sehingga mulutnya berdarah, dan berkata; "Wahai musuh nafsunya, pernahkah beliau berkata yang tidak benar?" Aisyah lalu mendekati Nabi, dan bersembunyi di balik punggungnya. Maka Nabi berkata kepada Abu Bakar: "Kami tidak memanggilmu untuk ini dan kami tidak menghendaki ini darimu."

Pernah juga suatu ketika Aisyah sedang marah kepada Nabi saw. Dia berkata: "Kau sendirilah yang mengaku bahawa kau itu nabi Allah." Mendengar itu Nabi saw hanya tersenyum saja. Dan pernah juga Nabi saw berkata kepadanya: "Aku mengetahui bagaimana kemarahan dan kerelaanmu. Aisyah berkata: "Dan bagaimana engkau mengetahuinya?" Nabi berkata: "Jika kau sedang rela berkata: "Tidak, demi Tuhan Muhammad.” Lalu jika kau sedang marah, kau berkata: 'Tidak, demi Tuhan Ibrahim." Aisyah lalu berkara: "Engkau benar. Aku hanya membenci namamu."

Dan dikatakan, bahawa yang pertama kali cinta terjadi dalam Islam adalah cinta Nabi saw kepada kepada Aisyah ra. Dan Nabi saw berkata kepadanya: "Aku dengan ini ibarat bapa biji dan ibu biji. Hanya saja aku tidak mengeluarkanmu." Dan Nabi saw juga mengatakan kepada isteri-isterinya: "Janganlah kamu menyakiti aku seperti Aisyah. Sesungguhnya, demi Allah,tidak pernah turun wahyu sewaktu aku ada di pangkuan salah seorang kamu."

Anas ra berkata bahawa Rasulullah saw adalah manusia yang paling penuh kasih kepada wanita dan anak-anak.

Justeru itu jika seorang suami disakiti hendaklah menahan dan membalas dengan gurauan yang dapat melembutkan hati wanita. Rasulullah saw seringkali bergurau bersama mereka (isteri-isterinya) serta menyesuaikan tingkat akal mereka dalam beramal dan berakhlak. Sehingga dirawikan, Nabi saw pernah memulakan pertengkaran dengan Aisyah. Aisyah pun membalas di suatu hari, kemudian Nabi memulainya di hari yang lain, lalu berkata: "Ini balasan kelmarin."

Aisyah ra berkata: "Pada hari Asyura aku mendengar suara orang-orang Habsyi dan lainnya bermain-main. Nabi saw berkata kepadaku: "Inginkan kau melihat permainan mereka?* Aku menjawab: "Ya." Nabi memanggil mereka dan mereka pun datang. Nabi berdiri di antara dua pintu dan meletakkan telapak tangannya pada salah sebuah pintu serta memanjangkan tangannya. Maka aku meletakkan janggutku pada tangannya, lalu mereka bermain dan aku melihat. Kemudian Nabi berkata: "Wahai Aisyah, cukuplah kau!" Aku berkata: "Ya." Lalu Nabi mengisyaratkan kepada mereka dan mereka pun pergi. Maka Nabi saw lalu berkata: "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling elok akhlaknya dan paling penuh kasih sayang kepada keluarganya."

Juga beliau bersabda:
"Yang terbaik di antara kamu adalah kamu yang paling baik kepada isteri-isteriku."

Umar ra berkata: "Sayugianya lelaki dalam keluarganya itu seperti anak-anak. Dan manakala tersentuh apa yang di sisinya, baralah dia menjadi lelaki." Luqman mengatakan seperti itu juga. Dalam hadis diceritakan bahawa Allah swt memurkai orang yang kejam terhadap keluarganya.

Nabi saw bersabda:
"Hendaknya seperti gadis yang engkau rayu dan dia merayumu."

Kemudian, hendaknya seorang suami tidak lantas memperturu tkan semua keinginan isteri sampai dalam batas yang dapat merosakkan akhlaknya. Ini jangan dibiarkan. Al-Hasan mengatakan: "Setiap lelaki yang mengikuti saja keinginan isterinya, maka Allah akan melemparkannya ke neraka.” Umar ra berkata: "Ingkarlah (kemahuan isteri) sebab dalam mengingkari mereka itu terdapat berkah." Dan dikatakan: "Belembutlah dengan mereka dan ingkarilah keinginannya." Sesungguhnya Rasulullah saw juga bersabda: "Celakalah hamba kepada isteri." Beliau mengatakan demikian, kerana jika seseorang lelaki mengikuti saja keinginan isteri seolah-olah dia menjadi hambanya. Celakalah dia. Allah telah menyerahkannya kepada isteri yang tunduk kepada nafsunya. Ini bererti dia jadi hamba syaitan dan mengikutinya pula.

"Dan kusuruh mereka mengubah makhluk Allah...." (Q.S.An-Nisd:119).

Oleh kerananya lelaki mesti diikuti dan mengikuti. Lelaki harus menjadi tiang penyangga bagi perempuan, dan suami haruslah sebagai sayid.
"Setiba di pintu, keduanya bertemu dengan said(tuan)nya..." (Q.S. Yusuf: 25)

Imam as-Syafie ra berkata: "Jika kau muliakan mereka, mereka akan menghinakanmu. Jika kau hinakan mereka, mereka akan memuliakanmu; itulah perempuan, khadim dan batin (nafsu) ini."

Saturday, March 21, 2015

Erti Satu Tangisan

Erti Satu Tangisan

Kata Ibnu Qayyim - 10 Jenis Tangis

1) Menangis kerana kasih sayang & kelembutan hati.2) Menangis kerana rasa takut.3) Menangis kerana cinta.
4) Menangis kerana gembira.
5) Menangis kerana menghadapi penderitaan.
6) Menangis kerana terlalu sedih.
7) Menangis kerana terasa hina dan lemah.
8) Menangis untuk mendapat belas kasihan orang.
9) Menangis kerana mengikut-ikut orang menangis.
10) Menangis orang munafik - pura-pura menangis.

(AnNajm : 43)

Jadi, Allah lah yang menciptakan ketawa dan tangis, serta
menciptakan sebab tercetusnya. Banyak air mata telah mengalir di dunia ini.
Sumber nya dari mata mengalir ke pipi terus jatuh ke bumi. Mata itu kecil namun ia tidak pernah kering ia berlaku setiap hari tanpa putus-putus.
Sepertilah sungai yang mengalir ke laut tidak pernah berhenti?. kalaulah air mata itu di tampung banjirlah dunia ini.

Tangis tercela atau terpuji ??
Ada tangisan yang sangat di cela umpamanya meratapi mayat dengan
meraung dan memukul-mukul dada atau merobek-robek pakaian.
Ada pula tangisan sangat-sangat di puji dan di tuntut iaitu tangisan
kerana menginsafi dosa-dosa yang silam atau tangis kerana takut akan azab dan siksa Allah.

Tangisan dapat memadamkan api Neraka "Rasulullah saw bersabda:

Tidaklah mata seseorang menitiskan air mata kecuali Allah akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Dan apabila air matanya mengalir ke pipi maka wajahnya tidak akan terkotori oleh debu kehinaan, apabila seorang daripada suatu kaum menangis, maka kaum itu akan di rahmati. Tidaklah ada sesuatupun yang tak mempunyai kadar dan balasan kecuali air mata. Sesungguhnya air mata dapat memadamkan lautan api neraka."

Air mata taubat Nabi Adam a.s .Beliau menangis selama 300 tahun tanpa mendongak ke langit tersangat takut dan hibanya terhadap dosa yang telah ia lakukan.Dia bersujud di atas gunung dan air matanya mengalir di jurang Serandip. Dari air matanya itulah Allah telah menumbuhkan pohon kayu manis dan pohon bunga cengkih.Beberapa ekor burung telah meminum akan air mata Adam lalu berkata, "Manis sungguh air ini." Nabi Adam terdengar lalu menyangka burung itu mempersendakannya lalu ia memperhebatkan tangisannya.
Lalu Allah mendengar dan menerima taubat Adam dan mewahyukan, "Hai Adam sesungguhnya belum Aku pernah menciptakan air lebih lazat daripada air mata taubat mu!."

Air mata yang tiada di tuntut Janganlah menangis kalau tak tercapai
cita-cita bukan kah Tuhan yang telah menentukannya. Janganlah menangis nonton filem hindustan itu kan cuma lakonan.

Janganlah menangis kerana cinta tak berbalas mungkin dia bukanlah jodoh yang telah Tuhan tetapkan.

Janganlah menangis jika gagal dalam peperiksaan mungkin kita kurang
membuat persediaan .

Jangan menangis kalau wang kita hilang di jalanan sebab mungkin kita
kurang bersedekah buat amalan.

Janganlah menangis kalau tidak di naikkan pangkat yakin lah, rezki itu adalah pemberian Tuhan.

Dari itu??.. Simpanlah air mata-air mata tangisan itu semua buat
bekalan untuk menginsafi di atas segala kecuaian yang telah melanda diri,segala dosa-dosa yang berupa bintik2 hitam yang telah mengkelamkan hati hingga sukar untuk menerima hidayah dari Allah swt.
Serulah air mata itu dari persembunyiannya di balik kelopak mata agar ia menitis membasahi dan mencuci hati agar ia putih kembali dan juga semoga ia dapat melebur dosa2 dan moga-moga akan mendapat ampunanNya jua.

Junjungan Mulia bersabda "Ada 2 biji mata yang tak tersentuh api
neraka, mata yang menangis di waktu malam hari kerana takut kepada Allah swt dan 2 biji mata yang menjaga pasukan fi sabillah di waktu malam."

"Di antara 7 golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah dihari
qiamat"??seseorang yang berzikir bersendirian lalu mengenang tentang
kebesaran Allah swt lalu bercucuran air matanya."

"Jika tubuh seseorang hamba gementar kerana takut kepada Allah, maka
berguguran lah dosa-dosanya bak gugurnya dedaunan dari pepohonan
kering."

Berkata Salman Al Faarisi r.a
Aku di buat menangis atas 3 perkara jua :
1) Berpisah dengan Rasulullah saw dan para sahabat-sahabat.
2) Ketakutan seorang yang perkasa tatkala melihat malaikat Israil
datang mencabut nyawanya.
3) Aku tidak tahu samada aku akan di perintahkan untuk ke syurga atau
neraka.

Air mata tanda rahmat Tuhan
Rasulullah saw bersabda : Jagalah mayat ketika kematiannya & perhatikanlah
3 perkara.
1) Apabila dahi nya berpeluh.
2) Airmatanya berlinang.
3) Hidungnya keluar cecair seperti hingus.

kerana hal hal tersebut menandakan rahmat Allah swt untuk si mayat.(riwayat dari Salman al Faarisi)

Sucikanlah 4 hal dengan 4 p erkara :
"Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan,
Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu,
Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu,
dan dosa-dosa yang silam di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memilikimu."

sampaikanlah walau satu ayat" al hadis

Thursday, March 19, 2015

Keutamaan Bulan Ramadhan

Keutamaan Bulan Ramadhan

Allah Azza Wa Jalla berfirman:

Ertinya : "Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu puasa (Ramadhan) sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu."(Q.S. Al-Baqarah:183).

Dari Sa'id bin Jubair ra: "Puasa orang sebelum kita adalah dari waktu Isyak sampai menjelang malam berikut sebagaimana dalam permulaan Islam."

Segolongan ulama mengatakan: "Puasa itu wajib bagi orang-orang Nasara, meskipun waktu itu amat panas atau sangat dingin, dimana mereka kesulitan dalam perjalanannya atau sebahagian kehidupannya. Maka sepakatlah pendapat para pembesar mereka untuk menjadikan puasa itu di antara musim hujan dan musim kemarau. Maka mereka menjadikannya pada musim bunga, serta menambah sepuluh hari lagi sebagai tebusan atas kelemahan mereka. Kemudian raja mereka buat janji apabila dapat terlepas dari wabak penyakitnya, akan menambah puasa sepuluh hari lagi. Setelah terbebas, mereka pun menambah sepuluh hari lagi. Kemudian digantikan oleh raja lain. Raja itu berkata, sempurnakan saja puasa itu lima puluh hari. Ternyata ada lagi wabak penyakit menimpa haiwan, maka raja itu berkata, tambahilah puasamu sepuluh hari lagi!" Bahkan dikatakan pula: "Sepuluh hari lagi sesudah itu!" Dikatakan: Setiap umat diwajibkan puasa di bulan Ramadhan, hanya saja mereka menyesatkannya."

Al-Bughawi mengatakan: "Yang benar adalah bahawa Ramadhan itu adalah nama sebuah batu yang dipanaskan. Kerana mereka berpuasa diwaktu yang amat panas." Dan dikatakan juga, kerana Ramadhan ilu dapat membakar dosa."

Puasa Ramadhan itu diwajibkan pada tahun kedua setelah hijrah dan kafirlah orang yang menentang akan kewajipannya. Dalam soal ini banyak disebutkan dalam Hadis Nabi saw. Antara lain: Sabda beliau:

"Ketika malam pertama bulan Ramadhan, semua pintu yang ditulup. Dan Allah memerintahkan juru panggil yang memanggil: "Wahai pencari kebaikan, mengadaplah! Wahai pelaku kejahatan, hentikanlah!" Kemudian dia berkaia!" Setiap yang mohon ampun akan diampuni, setiap yang meminta akan dipenuhi permintaannya, dan setiap yang bertaubat akan diterima taubatnya." Takhentinyadia selalu mengatakan demikian sampai datang subuh. Dan setiap malam 'Idul Fitri, Allah membebaskan satu juga orang dari neraka yang mestinya mendapat siksa."


Dari Salman Al-Farisi ra, dia berkata: "Rasulullah saw berkata kepada kami pada akhir bulan Sya'ban. Beliau bersabda:

"Wahai sekalian manusia, akan datang kepadamu bulan yang di situ terdapat malam Al-Qadar yang lebih baik daripada seribu malam. Allah telah mewajibkan puasanya dan mensunnahkan ibadah malamnya. Siapa yang beribadah di malam Lailatul Qadar dengan satu macam dari kebaikan, sepertinya dia melakukan ibadah wajib pada bulan liannya. Dan siapa melakukan ibadah wajib, ia seperti orang yang melakukan tujuh puluh ibadah wajib di bulan lainnya. Dia ilu bulan sabar. Pahala sabar adalah syurga. Ia bulan di mana rezeki orang mukmin ditambah. Siapa yang memberi makan untuk berbuka puasa, ia mendapat (pahala) memerdekakan budak dan ampunan bagi dosanya." Kami bertanya: "Wahai Rasulullah, tidak setiap kami menemukan sesuatu yang untuk berbuka."

Beliau bersabda: "Allah memberi pahala keapda orang yang memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa seteguk susu atau air atau sebiji kurma. Barang siapa memberi makan hingga kenyang orang yang berpuasa, ia akan mendapatkan ampunan bagi dosanya dan Tuhan akan memberinya minum dari telagaku seteguk sehingga tak akan haus selamanya. Dan untuknya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa kurang sedikit pun. Itulah bulan yang awalnya penuh rahmat, tengahnya penuh ampunan dan akhimya pembebasan dari neraka. Siapa yang memberatkan hambanya pada bulan itu, Allah akan memerdekakannya dari neraka.

Perbanyaklah pada bulan itu melakukan empat hal; yang dua membuatmu diredha Tuhan, yang dua lagi kamu akan mendapatkan sesuatu yang pasti kamu inginkan. Adapun dua yang membuatmu diredhai Tuhan adalah syahadat bahawa tak ada Tuhan selain Allah dan kamu memohon ampun kepada-Nya. Sedangkan dua yang menjamin kamu akan mendapatkan syurga kepada Tuhanmu dan memohon perlindungan kepada-Nya dari api neraka."

Dalam Hadis yang lain Nabi saw bersabda:

"Siapa berpuasa pada bulan Ramadhan kerana iman dan mengharapkan redha Allah, akan diampuni dosanya yang terdahulu dan kemudian." Sabda beliau lagi: "Setiap amal manusia itu untuknya kecuali puasa ia adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya."

Sabdanya lagi: “Dibulan Ramadhan,umatku telah diberi lima hal yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya; bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi disisi Allah dari pada keharuman misik paramalaikat memohon ampun untuk mereka sampai mereka berbuka, juga pada bulan itu syaitan diikat, dan setiap hari Allah menghiasi syurga dan berkata: "Hamba-hamba-Ku yang soleh hindarkan dari keburukan dan penyakit", serta Allah mengampuni mereka pada akhir malam dari bulan Ramadhan."

Dikatakan: "Wahai Rasulullah, apakah itu malam Lailatul Qadar?" Rasulullah menjawab: "Tidak, akan tetapi orang yang beramal akan diberikan upahnya setelah selesai dia bekerja.




Keutamaan Bulan Syaaban

Keutamaan Bulan Syaaban



Dirawikan dari Umamah al-Bahili ra dia berkata: "Rasulullah saw bersabda:


"Manakala masuk bulan Syaaban, sucikan dirimu dan perbaiki niatmu."

Dari Aisyah ra, dia.berkata: "Rasulullah saw berpuasa sehingga kami mengatakan: "Tidak berbuka dan berbuka sehingga kami katakan tidak puasa dan kebanyakan puasanya adalah di bulan Syaaban."

Dalam kitab An-Nasai dari hadis Usamah ra: "Aku berkata: "Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan lain sebagaimana engkau berpuasa di bulan Syaaban." Beliau bersabda:
"Kerana itu bulan di mana manusia lupa dirinya antara Rejab dan Ramadhan. Itulah bulan di mana amal dinaikkan kepada Tuhan Rabbul 'Alamin. Maka aku suka amalku dinaikkan dalam keadaan aku berpuasa."

Dalam hadis Bukhari Muslim, dari Aisyah ra, dia berkata: “Aku tidak melihat sama sekali Rasulullah saw menyempurnakan puasanya sebulan kecuali bulan Ramadhan, dan aku tidak pemah melihat beliau lebih banyak puasanya daripada bulan Syaaban."

Dalam suatu riwayat: "Rasulullah saw berpuasa pada bulan Ramadhan selumhnya.” Dalam riwayat Muslim: "Rasulullah saw berpuasa pada bulan Syaaban kecuali sedikit."

Dikatakan, untuk malaikat di langit ada dua malam raya dan untuk kaum muslimin di bumi ada dua hari raya. Malam malaikat itu adalah malam Nisfu Syaaban dan malam Lailatul Qadar. Sedangkan hari raya kaum muslimin adalah Aidil Fitri dan Aidil Adha.

Malam Nisfu Syaaban, kadang-kadang disebut malam Bara'ah kerana malam itu dapat menghapuskan dosa setahun. Sedangkan malam Jumaat boleh menghapuskan dosa seminggu dan malam Al-Qadar, dapat menghapuskan dosa seumur hidup. Ertinya bahawa menyambut malam-malam itu dengan beribadah, merupakan sebab penghapusan dosa.

Malam Nisfu Syaaban kadang-kadang disebut malam Tafkir, atau malam Ihya. Di mana dalam hadis marfuk disebutkan bahawa siapa menghidupkan dua malam rayadan malam Nisfu Syaaban, tidak akan mati hatinya pada hari di mana hati-hati mati.

Di samping itu juga disebut pula sebagai malam Syafaat Dalam suatu hadis disebutkan bahawa Rasulullah saw pada tanggal tiga belas, mohon kepada Allah syafaat bagi umatnya. Allah memberinya sepertiga. Kemudian beliau memohon lagi pada tanggal empat belas, lalu diberi dua pertiga. Nabi mohon lagi pada tanggal lima belas dan diberi seluruhnya kecuali orang yang lari dari Allah dengan membiasakan maksiat."

Malam itu juga dinamakan malam Makrifah. Imam Ahmad merawikan bahawa Rasulullah saw bersabda: "Pada malam Nisfu Syaaban, Allah meneliti kepada hamba-Nya, kemudian Dia mengampuni seluruh penghuni bumi kecuali dua orang; orang musyrik dan orang yang memberati dengan dosa,"

Kadang-kadang disebut malam pembebasan.

Ibnu Ishaq merawikan dari Anas bin Malik, dia berkata: "Aku disuruh Nabi saw ke rumah Aisyah untuk suatu keperluan. Aku berkata: "Cepatlah aku meninggalkan Nabi saw sedang berbicara kepada seseorang tentang malam Nisfu Syaaban." Aisyah berkata: "Hai Unais, duduklah! Akan kuceritakan padamu hadis tentang Nisfu Syaaban. Malam itu adalah suatu malam di mana Rasulullah saw sedang memenuhi giliranku. Dia masuk bersamaku, dalam selimutku. Di tengah malam aku terbangun. Tiba-tiba beliau tiada di sisiku. Aku berkata, mungkin beliau pergi kepada jariahnya al-Qibtiyah. Segera aku keluar dan aku melalui masjid. Aku langkahkan kakiku padanya. Teryata beliau berkata: "Aku telah bersujud, hatiku telah beriman, dan inilah kedua tanganku, Wahai Zat Yang Maha Agung, ampunilah segala dosaku. Mukaku telah bersujud kepada Zat yang menciptakan dan membentuknya, menyebek telinga dan matanya."

Kemudian beliau mengangkat kepalanya dan kemudian berdoa: "Ya Allah, berilah aku rezeki hati yang taqwa dan suci dari syirik dan berbakti, bukan kafir atau celaka." Kemudian beliau bersujud dan kudengar beliau berkata: "Dengan redhaMu aku mohon perlindungan dari kemurkaan-Mu, seksaan-Mu dan dengan Engkau daripada Engkau. Tidak boleh aku menghitung puji atas Engkau sebagaimana engkau memuji atas diri-Mu. Aku berkata sebagaimana saudaraku Daud berkata: "Wajahku penuh debu demi Tuhanku. Dan itu telah menjadi hak Tuhanku.

Kemudian beliau mengangkat kepalanya. Lalu aku berkara: "Engkau di suatu jurang dan aku di jurang yang lain." Beliau berkata: "Wahai Humaira', tidak tahukah engkau, ini malam Nisfu Syaaban. Sesungguhnya pada malam ini Allah membebaskan manusia dari neraka sebanyak bilangan bulu kambing. Kecuali enam orang: yang membiasakan minum arak, yang menderhakai kedua orang tuanya, yang membiasakan zina, yang keras kepala, tukang pukul dan tukang fitnah."

Lain daripada itu, malam Nisfu Syaaban juga kadang-kadang disebut malam Qiamah dan Takdir. Sebab suatu hadis yang dirawikan oleh Atha bin Yassar:" Pada malam Nisfu Syaaban, dihapuskan oleh Malaikat Maul, setiap orang yang hendak meninggal dunia dari Syaaban ke Syaaban yang lain. Dan seseorang menanam tanaman, menikah isteri, serta membangun rumah, di mana namanya telah dihapuskan sebagai orang mati. Tetapi Malaikat Maut tidak melihatnya. Kecuali ketika dia diperintahkan, maka kemudian mencabutnya."

Wednesday, March 18, 2015

Keutamaan Bulan Rejab

Keutamaan Bulan Rejab

Rasulullah saw bersabda:"Rejab adalah bulan Allah, Syaaban itu bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku."

Ahli isyarat mengatakan: "Rejab itu terdiri dari huruf ra, ertinya ialah rahmat. Kemudian jim, ertinya jurmul 'abdi (kesalahan hamba). Dan ba, ertinya birru Allah (kebaikan Allah). Maka seolah-olah Allah mengatakan: "Aku jadikan kesalahan hamba-Ku di antara rahmat dan kebaikan-Ku."

Dari Abu Hurairah ra, dia berkata, bahawa telah bersabda Rasulullah saw:
"Siapa puasa dua puluh tujuh Rejab, maka dituliskan untuknya puasa enam puluh bulan. Itulah hari di mana untuk pertama kalinya Jibrail turun kepada Nabi saw diisrak-mikrajkan."

Beliau juga bersabda:
"Rejab adalah bulan Allah. Siapa puasa sehari dari bulan Rejab kerana iman dan mengharapkan akan keredhaan Allah, pasti dia mendapatkan redha Allah yang Maha Agung."

Dikatakan: "Allah menghias bulan-bulan itu dengan empat bulan: Zulkaedah, Zulhijjah, Muharram dan Rejab." Itulah empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Quran:
"Di antaranya ada empat (bulan) yang mulia." QJS.At-Tubat:36)

Diceritakan bahawa seorang perempuan membaca Surah Al-Ikhlas di Baitul Maqdis setiap bulan Rejab sebanyak dua belas ribu kali. Dia memakai pakaian bulu di bulan Rejab. Kemudian dia jatuh sakit dan berwasiat kepada anaknya agar pakaian itu dikuburkan bersamanya. Namun ketika meninggal, dikafani dengan kafan yang elok. Maka si anak bermimpi melihat ibunya berkata: "Aku tidak redha kepadamu kerana kamu tidak melakukan wasiatku." Si anak lalu terbangun dan terkejut Kemudian anak itu mengambil pakaian bulu ibunya di situ. Dia hairan. Kemudian ada suara memanggil: 'Tidakkah kau tahu, bahawa orang yang taat kepada-Ku di bulan Rejab,tidakakan Kubiarkan dia sendirian di liang lahat!"

Dirawikan, bahawa ketika sepertiga malam hari Jumaat bulan Rejab, semua malaikat memohon diampunkan untuk orang yang berpuasa di bulan Rejab."

Dari Anas ra, dia berkata: 'Telah bersabda Rasulullah saw:

"Siapa berpuasa tiga hari dari bulan haram, dituliskan untuknya pahala ibadah sembilan ratus tahun." Dan berkata Anas ra: "Pekak sajalah kedua telingaku jika aku tidak mendengarnya dari Nabi saw."

Bulan yang mulia itu ada empat. Malaikat terpilih juga empat Kitab terutama yang diturunkan juga empat. Anggota wuduk juga empat Kalimat tasbih yang terutama juga empat, iaitu 'subhana Allah, walhamdu lillah, lailaha ilia Allah, wa Allahu Akbar'. Pokok hitungan juga empat sa, puluh, ratus dan ribu.Waktu juga empat: jam, hari, bulan, tahun. Musim juga empat: bunga, hujan, luruh dan kemarau. Watak juga empat: panas, dingin, basah dan kering. Penguasa badan juga empat: kuning, hitam, darah dan dahak. Khulafaur-Rasyidin juga empat: Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali ra.

Ad-Dailami merawikan dari Aisyah ra,dia berkata: "Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:
"Allah menyiramkan kebaikan pada empat malam: malam Adha, malam Fitri, malam nisfu Syaaban dan malam pertama bulan Rejab."

Ad-Dailami merawikan dari Abi Umamah dari Rasulullah saw, beliau bersabda:
"Ada lima malam, tidak akan doa itu tertolak: malam pertama bulan Rejab,malam nisfu Syaaban,malam Jumaat dan malam AidilFitri dan AidilAdha."

Bertaubatlah

BERTAUBATLAH

Bertaubat adalah wajib bagi setiap muslim. Allah swt telah berfirman:

Ertinya: "Wahai orang-orang mukmin, bertaubatlah kamu kepadaAllah dengan taubat nasuha...."(Q.S. At Tahrim: 8)

Rasulullah saw bersabda:


Ertinya: "Barangsiapa suka berjumpa Allah, maka Allah suka berjumpa dengannya. Dan barangsiapa tidak suka berjumpa Allah, maka Allah pun tidak suka berjumpa dengannya."
(Q.S. Al Kahfi: 50)


Pengertian fasik im ada dua macam. Pertama fasik kafir. Kedua fasik fajir.
Fasik kafir adalah orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Keluar dari petunjuk dan masuk dalam kesesatan. Sebagaimana disebutkan dalam firman AUah:
"... lalu ia meninggalkan perintah Tuhannya...."
(Q.S. Al Kahfi: 50)


Yakni dia telah membangkang terhadap perintah Tuhannya untuk beriman.
Fasik fajir ialah orang yang meminum arak, memakan benda yang haram, berzina dan maksiat kepada Allah. Ia keluar dari jalan ibadah dan masuk dalam kemaksiatan.Namun tidak sampai pada batas syirik.

Perbezaan keduanya adalah bahawa fasik kafir tidak akan diampunkan
kecuali dengan bersyahadat dan bertaubat sebelum dia meninggal. Sedangkan fasik fajir masih boleh diampunkan dengan bertaubat dan menyesal sebelum dia mati. Sesungguhnya setiap maksiat yang datang dari syahwat dan nafsu masih boleh diampunkan. Sedangkan setiap maksiat yang datang dari kesombongan tidak akan diampunkan. Sebagaimana punca kemaksiatan iblis adalah daripada watak kesombongannya. Oleh kerana itu seharusnya engkau bertaubat atas dosa- dosamu sebelum mati. Dengan harapan semoga Allah menerima taubatmu.


Allah swt berfirman:

Ertinya: "Dia yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan
memaafkan kejahatan mereka...."(Q.S. Asy Syura: 25)

Dan Rasulullah saw juga bersabda:



Ertinya: "Orang yang bertaubat dari dosa, bagaikan orang yang
tidak berdosa."



Diceritakan bahawa jika seseorang berdosa, dituliskan dosa itu dalam buku catatan. Dan ketika di suatu hari ia berdosa lagi, maka dibukalah buku untuk mencaiatnya dan di situ pasti terdapat firman Allah:
"... maka Allah akan menggantikan kejahatan mereka dengan kebaikan..."
(Q.S. Al Furqan: 70).


Yakni tempat syirik akan diganti iman. Zina akan diganti ampunan dan tempat maksiat akan diganti dengan taat.

Diceritakan bahawa Umar bin Khathab berjalan-jalan di pinggir kota. Beliau melihat seorang pemuda membawa botol disorok di balik bajunya. Lalu Umar berkata, "Wahai pemuda, apa yang engkau sorokkan di balik bajumu itu?" Sebenarnya ia membawa arak namun takut untuk mengatakannya. Maka dalam hatinya berdoa, "Ya Tuhanku, jangan Engkau beri aku malu di hadapan Umar,jangan Engkau bukakan rahsiaku kepadanya. Aku berjanji tidak akan minum arak selamanya." Kemudian pemuda itu berkata, "Wahai Amirul Mukminin, yang aku bawa ini adalah cuka." Lalu Umar berkata, "Cuba bawa ke sini aku lihat." Kemudian pemuda itu mengeluarkannya dan diperiksa oleh Umar dan ternyata memang benar arak im bertukar menjadi cuka. Maka lihatlah kepada makhluk yang bertaubat hanya kerana takut kepada makhluk saja, Allah lantas mengganti araknya dengan cuka kerana tahu keikhlasan dia bertaubat. Maka seandainya orang yang melakukan kejahatan, ia lantas bertaubat nasuha dan menyesali dosanya, tentu Allah akan menerima taubatnya. Allah akan menukar arak kejahatan kepada cuka ketaatannya.

Tersebut pula dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Pada suatu malam, setelah solat Isyak, aku keluar bersama Rasulullah saw. Ketika berjalan aku berjumpa dengan seorang wanita dia berkata, "Wahai Aba Hurairah, sesungguhnya aku tengah melakukan dosa. Apakah aku masih boleh bertaubat?" Kemudian kutanya dia, "Apakah dosamu itu?" Dia berkata, "Aku telah berzina dan membunuh anakku hasil dari zina." Lalu aku berkata kepadanya, 'Terlaknatiah engkau. Terlaknatiah engkau. Demi Allah, taubatmu tidak akan diterima." Lalu wanita itu keluar dengan hati sedih dan pergi. Maka aku terfikir dalam hatiku. Mengapa aku berfatwa. Sedangkan Rasul berada di samping kami. Maka aku segera pergi menemui baginda. Lalu baginda berkata: "Engkau sudah salah. Apakah engkau tidak mendengar ayat

"Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain bersama Allah.... Maka Allah akan mengganti kejahatan mereka dengan kebaikan...."
(Q.S. Al Furqan: 68-70)

Kemudian aku keluar dan berkata, "Siapa boleh menunjukkan padaku wanita yang bertanya kepadaku tentang suatu masalah?" Lalu anak-anak berkata, "Dia telah gila wahai Abu Hurairah!" Namun kucari dia sampai bertemu dan aku khabarkan kepadanya bahawa taubatnya masih boleh diterima. Lalu dia menjerit kegirangan sambil berkata, "Aku ada kebun. Maka aku sedekahkan ia kerana Allah dan Rasul-Nya."

Riwayat: Dari Utbah al-Ghulam ra, dia termasuk ahli fasik dan fujur. Terkenal suka membuat onar dan minum arak. Pada suatu hari dia masuk ke majlis Hasan al-Basri saat beliau sedang membaca tafsir ayat:

"Belumlah tiba waktunya bagi orang-orang yang beriman, bahawa tunduk hati mereka untuk mengingati Allah...."
(Q.S. Al Hadid: 16)

Nasihat yang diberikannya amat mengetuk hati hadirin sehingga mereka menangis. Kemudian ada seorang pemuda berdiri, seraya berkata, "Ya Sheikhul Mukminin! Adakah Allah menerima taubat orang fasik fajir seperti aku ini?" Lalu Syeikh menjawab, "Benar, AUah akan menerima taubat atas kefasikan dan kebiadapanmu." Ketika Utbah al-Ghulan mendengar ucapan itu, wajahnya nampak girang, tubuhnya gementar, menjerit dan jatuh pengsan. Ketika dia sedar, Hasan lalu mendekatinya seraya membacakan syair:

Wahai pemuda yang maksiat kepada Rabbul Izzati
Tahukah engkau balasan orang yang derhaka
Baginya Neraka Syair penuh gemuruh nyala api
Di hari tidak boleh berbuat apa-apa lagi
Jika tahan api neraka berbuatlah derhaka
Jika tidak tinggalkannya saja
Atas dosa yang telah engkau perbuat
Hapuskanlah sungguh-sungguh dengan bertaubat.

Mendengar syair itu kembali Utbah menjerit dan jatuh pengsan. Dan ketika telah sedar dia berkata, "Wahai Syeikh, apakah Allah menerima taubat orang hina seperti aku ini?" Kemudian Syeikh berkata, "Apakah diterima taubat hamba yang membuat maksiat selain Tuhan yang Maha Pemaaf?" Lalu pemuda im menghadapkan kepalanya ke langit dan memanjatkan tiga buah doa. Pertama dia berkata, "Ya Tuhanku, Jika Engkau terima akan taubatku serta mengampuni dosaku, muliakanlah aku dengan faham dan hafalan, sehingga aku hafal setiap Umu dan ayat yang aku dengar." Kedua dia berkata, "Ya Tuhanku, muliakanlah aku dengan memiliki suara yang bagus. Sehingga orang yang mendengar ayat dariku bertambah iman dalam hatinya. Meskipun dia berhati keras." Ketiga dia berkata, "Wahai Tuhanku, muliakanlah aku dengan rezeki yang halal. Berilah aku rezeki dari sesuatu yang tidak kuduga." Kemudian Allah mengabulkan semua doanya. Sehingga bertambahlah kefahaman dan hafalannya. Ketika dia membaca Al Quran, maka sedar dan bertaubatlah setiap orang yang mendengarnya. Setiap hari di rumahnya ada segelas minuman yang lazal dan dua potong roti. Tidak seorang pun yang tahu siapa yang meletakkanya sehinggalah dia meninggal dunia. Demikian inilah keadaan orang yang bertaubat kepada Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mensia-siakan pahala orang yang berbuat baik.

Ada sebahagian ulama ditanya, "Apakah seseorang itu tahu bahawa taubatnya itu diterima atau ditolak?" Lalu ulama itu menjawab, "Tidak ada kepastian dalam hal itu. Akan tetapi ada tanda-tandanya. Bagi orang yang diterima taubatnya, dia akan sentiasa menjaga dirinya dari maksiat Dalam hati seolah tidak ada kegembiraan dan sentiasa mengingat Allah. Dia suka bergaul dengan orang-orang soleh dan menjauhi orang fasik. Dia menganggap banyak terhadap dunia yang sedikit. Tetapi dia menganggap sedikit terhadap amal Akhirat yang banyak. Hatinya sentiasa terpaut dengan sesuatu yang telah diwajibkan Allah atas dirinya. Dia jaga mulutnya. Selalu berfikir, bersedih dan menyesal atas dosa yang telah dilakukan."