Thursday, May 14, 2015

Batal dakwaan orang yang berdosa dengan takdir

Batal dakwaan orang yang berdosa dengan takdir


Adapun alasan yang mengatakan bahwa takdirlah yang menyebabkan seseorang itu berdosa, sebagaimana yang disebarkan oleh syaitan yang terkutuk ke lisan kebanyakan kaum Muslimin, maka padanya ada bahaya yang besar.

Sekiranya dikatakan kepada salah seorang di antara mereka, yang telah meninggalkan kewajiban yang diperintah Allah, dan melakukan pula setengah dari laranganNya, bahwa anda telah melanggar perintah Allah dan RasulNya!

Kelak ia akan menjawab, bahwa yang demikian itu telah ditakdirkan Allah ke atasnya, telah termaktub dan ditentukan. Ia berani membuat alasan-alasan yang batil dan mencuci diri dari kesalahan yang dilakukan itu, sambil melemparkan tuduhan-tuduhan yang tidak benar terhadap Allah Ta'ala atas segala kelakuannya yang tidak baik itu. Tidakkah ia mengetahui bahwa Allah itu tidak akan disoal tentang apa yang Dia lakukan, malah mereka sekalian akan disoal oleh Allah Ta'ala.

Pada pendapatku, ucapan orang yang melakukan maksiat ini lebih berat dosanya dari maksiat yang dilakukan itu sendiri, dan lebih mengandungi bahaya atas dirinya, samada di dunia mahupun di akhirat.

Sebab maksud ucapannya ini, jika ia mengi'tikadkannya di lubuk hatinya, menunjukkan bahwa tiang-tiang agamanya sedang bergoncang dari asasnya. Bilakah orang yang berdosa ini akan bertaubat dari maksiatnya? Bilakah ia akan menyesal atas segala perbuatannya yang buruk itu? Bilakah ia akan meminta ampun, sedang ia tiada mengaku bahwa segala perbuatan dosa itu dilakukan dengan kehendaknya? Bagaimana ia bisa mengatakan bahwa ia adalah terpaksa dan terdesak, tiada mempunyai pilihan atau kuasa? Inilah yang dikatakan Mazhab Jabariyah; iaitu suatu kaum yang menimbulkan bid'ah dalam agama, yang mendakwa tiada punya kuasa dan pilihan samasekali. Lawan kaum ini, ialah kaum Mu'tazilah; iaitu suatu puak lain yang tergolong dari ahli-ahli bid'ah juga.Adapun kepercayaan ahlil-haq (puak benar) atau puak ahlis- sunnah wal-jamaah, ialah puak yang berdiri di tengah-tengah antara dua puak ini, sesuai sepertimana yang disifatkan oleh setengah ulama menurut firman Allah Ta'ala; iaitu yang keluar dari antara tahi dan darah, sebagai susu yang bersih, sedap dan enak dirasakan oleh orang-orang yang meminumnya. Demikianlah diumpamakan i'tikad ahlis-sunnah wal-jamaah dari kedua i'tikad yang menyeleweng itu tadi.Adapun kepercayaan ahlis-sunnah wal-jamaah, moga-moga Allah golongkan kita ke dalam golongan ini dengan rahmatNya, iaitu:

(1) Tiada berlaku sesuatu benda pun, samada kecil mahupun besar, melainkan dengan ketentuan Tuhan dan kehendakNya, serta kudrat dan iradatNya, dan sesungguhnya sekalian hambaNya dan perbuatan mereka, samada yang baik mahupun yang buruk, adalah dicipta oleh Tuhan.

(2) Sekalian makhluk dituntut supaya mematuhi perintah- perintah Allah dengan sebaik-baiknya, dan bahwa mereka tidak dibolehkan meninggalkan sesuatu pun dari perintah-perintah itu. Di samping itu, mereka dikerah untuk menjauhi segala larangan Allah dan menyingkirkan diri daripadanya serta-merta.

(3) Kiranya mereka tercebur ke dalam salah satu maksiat, maka hendaklah mereka segera bertaubat dan beristighfar kepada Allah Ta'ala.

(4) Jika terluput salah satu dari perintah Allah, hendaklah mereka segera mengqadhakkannya serta bertaubat kepada Allah disebabkan kelalaiannya itu.

(5) Mereka tiada dibolehkan memprotes kepada Allah sama- sekali, atau membuat alasan-alasan untuk menyalahkan takdir, kerana yang demikian itu tidak benar. Lantaran itu mereka tiada dibenarkan untuk membuat keuzuran serupa itu. Allah s.w.t. telah mensifatkan orang-orang ini sebagai musuh-musuhNya, kerana mereka memprotes kehendak Allah Ta'ala, lalu Allah pun menolak protes itu, serta mencaci sikap mereka yang serong itu. Allah mengancam dakwaan mereka itu dan tidak diterimaNya sambil mendustakan mereka.

Firman Allah Ta'ala:

"Akan berkata orang-orang yang menyekutukan Tuhan: Kalau Tuhan menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak akan mempersekutukanNya, dan kami tidak akan mengharamkan (untuk diri kami) barang sesuatu apapun. Begitu pula caranya orang-orang yang sebelum mereka mendustakan (kebenaran Tuhan) sampai mereka menanggungkan hukuman Kami.

Katakan: Adakah kamu mempunyai pengetahuan, yang dapat kamu kemukakan kepada Kami? Kamu hanya menurutkan persangkaan saja, dan kamu hanya membuat kebohongan belaka. Katakan: Tuhan mempunyai alasan yang tepat."
(al-An'am: 148: 149)

FirmanNya lagi:

"Dan berkata orang-orang yang menyekutukan Tuhan: Kalau Tuhan menghendaki, niscaya Kami tiada menyembah barang sesuatu apapun selainNya, baik kami ataupun bapak-bapak kami, dan tidak pula kami mengharamkan barang sesuatu tanpa perintah Tuhan. Begitulah yang diperbuat oleh orang-orang sebelum mereka. Kewajiban para Rasul itu hanyalah menyampaikan penjelasan yang nyata." (an-Nahl: 35)


Awas kamu! Jangan sampai kamu mengikut jejak-langkah orang-orang Musyrikin dalam membuat protes terhadap Allah, Rabbul-alamin.

No comments:

Post a Comment