Mati di dalam Islam
Adapun firman Allah Ta'ala yang bermaksud:
Janganlah sampai kamu mati melainkan di dalam keadaan Islam yang sebenarnya. Ini adalah suatu perintah dari Allah Ta'ala terhadap hambaNya supaya mati di dalam Agama Islam. Sebab Agama Islam itu ialah agama yang diakui Allah sebagai agama yang benar di dalam KitabNya al-Quran, dan bahwasanya Dia tiada akan menerima agama selainnya dari manusia, kerana Agama Islam itu adalah satu-satunya agama yang telah Dia redhakan bagi RasulNya dan bagi para hamba-Nya dari kaum Mu'minin.
Firman Allah Ta'ala:
"Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah, ialah Agama Islam." (ali Imran: 19)
FirmanNya yang lain pula:
"Barangsiapa yang menganut agama selain dari Islam, maka tidaklah akan diterima darinya, dan dia kelak di Hari Akhirat tergolong orang-orang yang dirugikan." (ali Imran: 85)
FirmanNya lagi:
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepada kamu nikmatKu, dan Aku redha Islam menjadi agamamu."
Manusia memang tiada berkuasa untuk mematikan dirinya di dalam Agama Islam, akan tetapi Allah telah meluangkan baginya jalan untuk itu. Sekiranya ia inginkan yang demikian, maka hendaklah ia menjalankan perintah yang diwajibkan ke atas dirinya serta menurut petunjuk Allah Ta'ala. Yang demikian itulah memilih mati di dalam Islam, mencintainya, berharap dan berazam untuk mencapainya. Di samping itu hendaklah ia membenci mati di dalam kepercayaan selain kepercayaan Islam. Hendaklah ia terus-menerus berdoa, memohon dan meminta dari Allah Ta'ala agar Dia mewafatkannya sebagai seorang Muslim.
Dengan itulah Allah mensifatkan para NabiNya dan orang-orang salihin dari hamba-hambaNya. Firman Allah memberitakan tentang diri Nabi Yusuf bin Ya'kub alaihis-salam.
"Engkaulah (Allah) pelindungku didunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku sebagai seorang Muslim dan kumpulkanlah aku bersama-sama orang-orang saleh." (Yusuf: 101)
Begitu juga Allah telah memberitakan tentang para ahlisihir yang beriman denganNya, lalu Firaun pula mengancam mereka dengan siksaan.
"Wahai Tuhan kqmi! Lapangkanlah dada kami dengan sifat sabar, dan wafatkanlah kami sebagai orang-orang Muslimin."
(al-A'raf: 126)
Kemudian Allah menceritakan pula tentang Nabi Ibrahim alaihis-salam, kemudian Nabi Ya'kub alaihis-salam, yang masing-masing mereka telah mewasiatkan anakcucunya supaya mati di dalam Agama Islam.
"Dan telah berwasiat pula (Nabi) Ibrahim kepada anakcucunya, dan juga (Nabi) Ya'kub: Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untuk kamu. Sebab ifu janganlah sampai kamu mati melainkan di dalam Agama Islam."
(al-Baqarah: 132)
No comments:
Post a Comment