Memelihara telinga
Telinga juga merupakan suatu nikmat Allah yang terbesar, dan ia diciptakan Tuhan untuk hambaNya, agar ia bisa mendengar Kalamullah (bicara Tuhan) dan bicara NabiNya, serta bicara para ulama dan hukama dari golongan orang saleh dari hamba-hamba Allah s.w.t. Kelak dari semua itu, ia akan memperoleh berbagai- bagai faedah dan manfaat dalam menempuh perjalanan yang diredhai Tuhan serta memelihara cara hidup yang akan membantunya dalam urusan akhiratnya.Jika ia menggunakan telinga itu untuk mendengar apa-apa yang diharamkan Tuhan, seperti mendengar percakapan yang dusta, umpat-mengumpat, caci-mencaci, dan segala bicara yang kotor-kotor,maka ia sebenarnya telah mengkufuri nikmat pemberian telinga itu dan tidak mensyukuri Tuhan atas kurnia yang besar itu, kerana ia telah menggunakan telinga itu pada tempatnya yang salah.
Berkata Imam Ghazali rahimahullah Ta'ala: Jangan sekali-kali menyangka bahwa dosa itu akan menimpa si pembicara semata-mata, tidak si pendengar, sebab si pendengar itu berkongsi dengan si pembicara tadi dalam mencaci dan mengata-nista orang, dan ia sama saja.
Sebagaimana si pendengar kepada yang baik itu berkongsi pahala dengan si pembicara, maka si pendengar kepada yang buruk juga berkongsi dosanya. Wallahu-a'lam.
No comments:
Post a Comment