Kelebihan bangun malam
Adapun kelebihan bangun di tengah malam memang banyak dan pahalanya pun besar. Kalau hendak disebutkan kelebihan bangun di tengah malam dari al-Quran dan Hadis tentulah banyak sekali, sukar hendak dihitung satu persatu.
Allah Ta'ala telah berfirman kepada RasulNya:
"Hai orang yang melekatkan pakaian. Bangunlah di tengah malam kecuali sedikit masa saja. Seperdua darinya atau kurangkan sedikit dari itu. Atau lebih dari itu. Dan bacalah al-Quran itu dengan teratur."
FirmanNya lagi
"Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui, bahwasanya engkau bangun (beribadat) kurang dari dua pertiga malam, dan seperdua nya, dan sepertiganya, dan (juga) orang-orang yang bersama-sama denganmu." (al-Muzammil: 20)
FirmanNya lagi:
"Dan dari malam itu hendaklah engkau bangun tahajjud sebagai nafilah (ibadat tambahan) bagimu, moga-moga Allah akan mengangkatmu ke tingkat yang terpuji." (al-Isra': 79)
Firman Allah Ta'ala pada memuji kaum Mu'minin:
"Mereka meninggalkan tempat tidurnya untuk menyeru Tuhan mereka dalam keadaan takut dan harap, dan mereka membelanjakan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (al-Sajdah: 16)
FirmanNya lagi:
"Mereka mempergunakan hanya sedikit saja dari waktu malam untuk tidur. Dan di tengah malam, mereka sentiasa memohon ampun."
(az-Dzariyat: 17-18)
Bersabda Rasulullah s.a.w. pula:
"Sembahyang yang paling utama sesudah sembahyang fardhu ialah sembahyang di tengah malam."
Sabdanya lagi:
"Hendaklah kamu membiasakan diri bangun di tengah ma- lam, kerana yang demikian itu adalah amalan yang dibiasakan oleh orang-orang saleh sebelum kamu. Ia juga sebagai suatu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, menebus kesalahan, menjauhkan diri dari dosa dan menyingkirkan penyakit dari tubuh."
Sabdanya lagi:
"Wahai sekalian manusia! Sebarkan keamanan, berikanlah makan (kepada orang yang susah), hubungkanlah silatur-rahim kepada kaum kerabat, dan jangan lupa sembahyang di tengah malam ketika manusia sedang tidur lenyak, niscaya kamu akan memasuki syorga dengan penuh kesejahteraan."
Sabdanya lagi:
"Tunaikanlah sembahyang di tengah malam, kendatipun setakat masa memerah susu."
Sabdanya lagi:
"Seorang Mu'min akan menjadi mulia, bila ia sanggup bangun di tengah malam. Dan ia patut merasa megah, bila ia tidak berhajat kepada apa yang ada di tangan orang lain."
Sabdanya lagi:
"Siapa yang bangun malam dengan membaca sepuluh ayat, tidak akan ditulis dari golongan orang-orang yang lalai. Siapa yang bangun malam dengan membaca seratus ayat, akan ditulis dari orang-orang yang taat. Dan siapa yang bangun malam dengan membaca seribu ayat, akan ditulis dari golongan orang-orang yang mempunyai banyak bekal akhirat."
Perkataan qinthaar, menurut sebuah Hadis lain ialah 12,000 uqiyah, dan setiap satu uqiyah lebih utama dari isi yang ada di antara langit dan bumi.
Kata setengah ulama pula: Dari surah Tabaarak (al-Mulk) hingga ke akhir al-Quran (juz 29-30) ada seribu ayat.
Dalam sebuah Hadis lain tersebut:
"Sesungguhnya pada setiap malam ada suatu saat yang mana tiada seseorang hamba Muslim berada di saat itu, lalu ia memohon sesuatu yang baik dari urusan dunia dan akhirat, melainkan akan dikabulkan Allah permohonannya."
Perkara itu tetap ada pada setiap malam. Andaikata tidak ada Hadis lain yang menyebut tentang kelebihan bangun malam dan beribadat di waktu malam kecuali Hadis ini saja, niscaya telah memadai.
Bersabda Rasulullah s.a.w.:
"Tuhan kami turun ke langit dunia, ketika tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam, lalu menyeru: Adakah siapa yang mahu memohon supaya Aku mengabulkannya. Adakah siapa yang mahu meminta supaya Aku memberi kepadanya. Adakah siapa yang mahu meminta keampunan supaya Aku mengampuninya."
Renungkanlah Hadis ini dan Hadis sebelumnya, moga-moga Allah merahmati anda, dan tumpukanlah perhatian kepada kedua-dua Hadis tersebut, mudah-mudahan akan terbuka hatimu untuk bangun beribadat di tengah malam, dan akan lengkap pula kecergasanmu serta benar kemahuanmu padanya. Di sebalik itu akan lenyap pula perasaan malas dan lalai, dan akan hilang daripadamu keinginan suka banyak tidur yang menyebabkan hilangnya keberkatan umur dan habisnya masa sesia.
Tersebut di dalam suatu atsar: Orang yang suka banyak tidur di waktu malam akan datang di Hari Kiamat sebagai seorang yang fakir. Yang lain pula berkata: Sesungguhnya dua rakaat di tengah malam itu adalah suatu dari perbendaharaan-perbendaharaan kebajikan.
Sabda Rasulullah s.a.w.:
"Masa hamba amat hampir kepada Tuhannya ialah di waktu tengahmalam. Jika boleh sembahyang pada waktu itu, sembahyanglah!"
Sabdanya lagi:
"Manusia akan dikumpulkan (di Hari Kiamat) pada suatu padang (Mahsyar), lalu suatu suara menyeru: Mana dia orang-orang yang telah meninggalkan tempat tidurnya (kerana beribadat di tengahmalam)? Mereka lalu tampil ke hadapan dalam bilangan yang kecil saja, lalu mereka dibenarkan masuk syorga tanpa hisab lagi."
Memanglah bangun di tengahmalam itu merupakan seperkara yang berat sekali ke atas diri, terutama sekali sesudah tidur nyenyak. Akan tetapi ia bisa menjadi ringan bila telah dilazim dan dibiasakan, serta bersabar atas kesukarannya dan memaksa diri pada permulaannya. Sesudah itu yakinlah bahwa hati akan merasa lapang untuk berhadapan dengan Allah Ta'ala, dan akan terasalah pula kelazatan munajat kepadaNya dan kemanisan khalwat denganNya. Ketika itu ia akan merasa tidak puas untuk bangun malam saja, apatah lagi perasaan malas dan bosan itu akan terletak jauh daripadnya. Perkara serupa ini sering berlaku kepada para salihin dari hamba-hamba Allah, hingga setengah mereka berkata: Seandainya ahli syorga itu sering melakukan seperti yang kami lakukan kini, tentulah mereka itu akan berada dalam kehidupan yang bahagia sekali.
Yang lain pula berkata: Selama empatpuluh tahun berlalu, tidak suatu pun yang mendukacitakan aku kecuali terbitnya fajar pagi.
Yang lain berkata lagi: Orang yang beribadat di waktu malam itu lebih merasa lazat dengan amalannya daripada orang yang berpeleser dengan peleserannya.
Yang lain lagi: Kalaulah tidak kerana beribadat di waktu malam dan bertemu dengan kawan-kawan yang satu tujuan kepada Allah, niscaya aku tidak ingin hidup lagi di dunia ini.
Memang terdapat banyak cerita-cerita mengenai orang-orang yang beribadat di waktu malam itu, sehingga ada setengah mereka bersembahyang Subuh dengan wudhu' sembahyang Isya', radhiallahu-anhum.
Firman Allah Ta'ala:
“Mereka itulah orang-orang yang dipimpin oleh Tuhan, maka dengan pimpinan mereka itulah hendaknya engkau turut."
(al-An'am: 90)
Lazimkanlah dirimu bangun di tengahmalam, moga-moga Allah merahmatimu, peliharalah dia dan perbanyakkanlah ibadat padanya. Jadikanlah dirimu itu tergolong orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan bersopan-santun, dan apabila orang-orang yang bodoh mengemukakan pertanyaan kepadanya, mereka menjawab selamat. Dan mereka yang sentiasa pada waktu malam bersujud dan berdiri menyembah Allah Ta'ala. Contohilah mereka itu dalam sifat- sifatnya, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Allah di dalam al-Quran. Kalau pun tidak bisa beribadat banyak di waktu malam, jangan sampai sedikit pun tidak bisa juga.
Firman Allah Ta'ala:
"Bacalah sedikit sebanyak dari al-Quran." (al-Muzzammil: 20)
Yakni: Membaca sedikit sebanyak dari al-Quran dalam mendirikan ibadat di waktu malam.
Sabda Rasulullah s.a.w.:
"Hendaklah kamu beribadat di waktu malam, meskipun setakat satu rakaat saja."
Alangkah baik dan bagus sekali bagi orang yang menghafal al-Quran al-Karim, supaya membacanya setiap malam di waktu bangun beribadat di tengahmalam, sekalipun sedikit saja darinya, seraya membacanya satu persatu dari awal al-Quran hingga ke akhirnya, agar ia bisa pula mengkhatamkan al-Quran itu di dalam ibadatnya di tengahmalam, pada sebulan sekali, ataupun setiap empatpuluh hari sekali, ataupun kurang ataupun lebih daripada itu, menurut kecergasan dan daya-upayanya.
No comments:
Post a Comment