Saturday, May 2, 2015

Memelihara mata

Memelihara mata

Mata adalah suatu nikmat besar dari Allah Ta'ala yang dikurniakan untuk hambaNya. Ia dicipta untuk membolehkan hambaNya melihat keindahan-keindahan ciptaan Allah Ta'ala di bumi dan di langitNya, supaya sesudah itu ia akan bertambah kenal dan yakin terhadap Tuhannya, lalu bertambah pula ketaatan dan kebaktian-nya terhadap Allah Ta'ala. Kemudian dengan mata juga, ia bisa berjalan di dalam gelap dan menunaikan segala hajat dan keperluan hidup. Jika mata itu digunakan untuk keperluan-keperluan yang kerananya Allah s.w.t. menciptakannya, maka terkiralah ia dari golongan orang yang taat-setia kepada Allah dan mensyukuri nikmatNya. Jika mata dibiarkan tidak terkawal dan ia membebaskan- nya melihat segala yang diharamkan Allah melihatnya, seperti melihat kepada wanita-wanita yang asing, dan gambar-gambar yang menimbulkan nafsu berahi, maka terkiralah ia dari golongan orang yang menderhakai Allah serta terdedahlah dirinya untuk bala dan siksaNya.

Si Mu'min yang sejati harus memelihara dirinya dengan baik. Jangan sampai tergamak memandang seorang Mu'min yang lain dengan pandangan yang rendah, hina dan kecil. Juga hendaklah menghindarkan diri dari mengintip-intip aurat dan keaiban orang lain.Juga jangan selalu memandang kepada kelazatan dunia serta memperbanyak mengecap perkara-perkara yang harus, agar nafsu tidak terlalu memburunya sangat. Sebab yang demikian itu mungkin membelah-bagi hati, sehingga akhirnya ia tertarik untuk menyanjung keduniaan serta mengumpul hartabendanya, dan sebaliknya akan membelakangi pula keakhiratan serta tidak bersedia untuk melengkapkan diri dari amal bakti yang baik. Memelihara semua itu adalah penting dan sangat dituntut dari setiap Mu'min, terutama sekali bagi orang-orang yang menuju ke jalan akhirat dan hatinya cenderung kepada Allah dan Hari Akhirat.

Adapun menggunakan pandangan kepada yang haram, seperti melihat kepada wanita-wanita yang asing, dan gambar-gambar yang menimbulkan nafsu berahi, memang tidak dibolehkan, dan hukumnya adalah haram seharam-haramnya.

Firman Allah Ta'ala:
"Katakanlah kepada lelaki-lelaki yang beriman itu, supaya mereka menahan penglihatan mereka dan memelihara kemaluan mereka." (an-Nur: 30)
Diriwayatkan daripada Rasulullah s.a.w., berkata:

"Pandangan itu adalah suatu anak panah yang beracun dari panah-panah Iblis. Barangsiapa meninggalkannya lantaran takut kepada Allah, niscaya Dia akan mengurniakan baginya
pada peribadatan yang dirasakan kemanisannya di hati."
Berkata Nabi Isa alaihis-salam:

"Pandangan itu menimbulkan rasa berahi di hati, dan itu saja sudah cukup untuk memfitnahi tuannya."

No comments:

Post a Comment