Thursday, May 7, 2015

Berbuat Baik Terhadap Anak Yatim Dan Menjauhi Kezaliman

Berbuat Baik Terhadap Anak Yatim Dan Menjauhi Kezaliman

Imam Bukhari mengeluarkan: "Aku dan pelindung anak yatim di Syurga seperti dua ini." Sambil Nabi mengisyaratkan dengan kedua jarinya. Jari penunjuk dan jari tengah dan memengang keduanya."

Imam Muslim: "Pelindung yatimnya atau yatim lainnya, antara aku dan dia seperti dua ini di Syurga." Dan Malik mengisyaratkan jari penunjuk dan jari tengah."

Al-Bazzar: "Siapa menanggung/ melindungi saudara yatim atau bukan saudaranya, maka aku dan dia di Syurga seperti ini. Dan barangsiapa mengusahakan terhadap tiga anak perempuan, maka dia di Syurga dan untuknya seperti pahala pejuang di jalan Allah yang berpuasa dan beribadah malam."

Ibnu Majah: "Barangsiapa menanggungi tiga orang anak yatim, maka dia seperti beribadah di malamnya dan berpuasa di siangnya serta pagi atau petang menyiapkan pedangnya di jalan Allah dan aku dengan dia di Syurga seperti dua saudara, bagaikan dua saudara ini. "Sambil Nabi mengisyaratkan dua jarinya: jari penunjuk dan jari tengah."

At-Tarmizi: "Barangsiapa yang menjemput anak yatim di antara kaum muslimin kepada makanan dan minumannya, pasti Allah memasukkannya ke Syurga. Kecuali bila dia melakukan dosa yang tidak boleh di ampuni. "

Ibnu Majah: "Sebaik-baik rumah adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang dipelihara dengan baik. Adapun seburuk-buruk rumah kaum muslimin adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan tidak baik."

Abu Ya'la dengan sanad Hasan: "Akulah orang yang pertama kali membuka pintu Syurga. Hanya saja aku melihat seorang perempuan mendahuluiku. Aku bertanya "Siapa dan mengapa engkau?" Ia berkata: "Aku perempuan yang duduk memelihara anak-anak yatimku."

At-Thabrani: "Demi Zat yang mengutusku dengan kebenaran, tidak akan diseksa pada hari Kiamat orang yang mengasihi anak yatim...."

Imam Ahmad dan lainnya:
"Siapa mengusap kepala anak yatim, hanya kerana Allah, untuknya kebaikan dalam setiap rambut yang terusap tangannya. Dan barangsiapa berbuat baik kepada yatim atau yatimah di sisinya, maka aku dan dia di syurga seperti dua ini...." (al-hadis).

Telah mengeluarkan Imam Jemaah: "Sesungguhnya Allah swt berkata kepada Yaaqub as, bahawa sebab hilangnya penglihatannya, membongkoknya punggung dia dan perbuatan saudara-saudara Yusuf kepadanya, adalah kerana Yaaqub didatangi anak yatim lagi miskin yang berpuasa dan lapar, di mana keluarganya menyembelih kambing dan mereka memakannya namun tidak memberi makan kepada yatim itu. Kemudian Allah memberitahukannya kepada-nya bahawa Dia tidak menyukai sesuatu dari makhluk-Nya melebihi cinta-Nya kepada anak-anak yatim dan orang-orang miskin. Maka Allah memerintahkan-nya agar membuat makanan dan mengundang orang-orang miskin. Lalu Yaaqub melakukannya."

Asy-Syaikhani, dari Abu Hurairah, dia berkata: 'Telah bersabda Rasulullah saw:
"Orang yang melindungi para janda dan orang-orang miskin, seperti pejuang berjuang di jalan Allah swt"

Dan Abu Hurairah mengira beliau juga mengatakan: "Dan seperti orang yang beribadah di waktu malam tanpa henti serta bagaikan orang yang berpuasa tanpa berbuka."

Ibnu Majah: "Orang yang melindungi para janda dan orang-orang miskin, seperti pejuang di jalan Allah dan seperti orang yang beribadah di malam dan berpuasa di siangnya."

Ba'dus Salaf mengatakan; "Mulanya aku orang yang suka berbuat maksiat. Suatu hari aku melihat anak yatim. Ia kumuliakan seperti anakku sendiri bahkan lebih dari itu. Kemudian aku tidur. Aku bermimpi melihat malaikat Zabaniah menyeruku ke Jahanam dan ternyata anak yatim iu telah menahanku dan berkata: "Tinggalkan dia sehingga Tuhanku mengembalikannya. Mereka menolak. Kemudian ada perintah memerintahkan.
"Tinggalkan dia. Aku telah memberinya seperti yang dikehendaki oleh anak yatim itu." Kemudian aku terbangun dan semenjak hari itu aku sentiasa memuliakan anak yatim.

Suatu ketika seorang kaya yang mempunyai banyak anak itu meninggal dan anaknya jatuh miskin, sehingga mereka hendak meninggalkan kampung halaman-nya kerana takut dicela. Mereka masuk ke masjid yang sunyi di sebuah kampung. Kemudian ibunya meninggalkan mereka dan keluar hendak mencarikan sedikit makanan untuk mereka. Di suatu kampung dia berjumpa dengan muslim, maka kepada orang itu dia menerangkan keadaannya, namun orang itu tidak mahu percaya bahkan meminta agar dia membuktikannya.

Si ibu itu berkata: "Aku orang asing." Tetapi orang itu lalu pergi meninggalkannya. Kemudian si ibu itu berjumpa dengan orang Majusi. Kepadanya dia terangkan keadaannya. Orang Majusi ini percaya kepadanya dan mengutus salah seorang isterinya menjemput ibu dan anak-anaknya ke rumahnya. Dia sangat memuliakan mereka.

Ketika hampir tengah malam orang muslim tadi telah bermimpi seolah-olah Kiamat telah terjadi dan Nabi saw menebarkan bendera "puji" dan di sisi-nya ada mahligai cantik. Orang itu bertanya: "Ya Rasulullah untuk siapa ini?" Rasulullah menjawab; "Untuk orang muslim." Orang itu berkata; "Aku pun orang muslim." Lalu Rasulullah bersabda; "Tunjukkan buktinya kepadaku! "Orang itu bingung. Dia ceritakan perihal ibu anak-anak yatim itu, lalu dia terbangun dengan amat sedihnya. Dia pergi mencari ibu itu sehingga bertemu di rumah seorang Majusi. Dia meminta darinya tetapi si Majusi itu menolaknya. Bahkan Majusi itu berkata; "Aku telah menemukan berkatnya. "Ambillah seribu dinar!" Kata lelaki itu. "Dan berikan mereka kepadaku!" Akan tetapi si Majusi im tetap menolak. Lalu orang itu bermaksud hendak memaksanya. Maka si Majusi berkata, "Aku lebih berhak terhadap seseorang yang engkau inginkan itu. Dan mahligai yang engkau lihat dalam mimpi itu diciptakan untukku. Apakah engkau hendak menyombongkan Islammu kepadaku? Demi Allah, sungguh aku dan keluargaku tidur, dan aku bermimpi seperti mimpimu juga. Dan Rasulullah berkata kepadaku; "Apakah ibu dan anak-anaknya yang yatim itu ada padamu?" Kataku; "Benar, ya Rasulullah. Beliau lalu berkata: "Mahligai ini untukmu dan untuk keluargamu." Kemudian orang Islam itu pergi dengan hati yang amat sedih.

No comments:

Post a Comment